5 Alasan Pergerakan Besar pada FX Hari Jumat 

 5 Alasan Pergerakan Besar pada FX Hari Jumat 


  • Penjualan USD Saat Klaim Pengangguran Melonjak

  • GBP Melonjak ketika Perhatian Traders Menuju ke Level 1,40, Penjualan Ritel dan PMI pada Hari Jumat

  • EUR/GBP Jatuh ke Level Terendah Sejak Maret 2020

  • AUD Didukung oleh Data Tenaga Kerja yang Lebih Kuat

  • EUR Naik Menjelang PMI

  • CAD tidak terpengaruh oleh penurunan minyak, prospek pengeluaran yang lebih lemah

Reli penjualan pasca ritel dalam dolar AS tidak berlangsung, karena dolar AS terus menurun terhadap semua mata uang utama hari Kamis. Penurunan ini memberikan sedikit kejutan mengingat aksi jual saham AS dan kenaikan Imbal hasil Obligasi 10 tahun yang biasanya bertepatan dengan penguatan dolar. Namun, kemunduran tersebut didukung oleh data ekonomi. Walaupun indeks manufaktur Fed Philadelphia mematahkan perkiraan, dan aktivitas melambat dari bulan sebelumnya. Klaim Pengangguran juga melonjak dari 793.000 menjadi 861.000 pekan lalu. Izin bangunan naik sebesar 10%, namun peningkatan ini sejalan dengan penurunan pada pembangunan perumahan baru. Pada akhirnya, laporan ini tidak mengandung data yang berdampak besar bagi dolar AS, namun laporan tersebut menegaskan kurangnya permintaan untuk dolar AS. Sterling menjadi mata uang yang paling diuntungkan dari kelemahan dolar AS, dengan trader GBP/USD mendorong pasangan mata uang tersebut menuju level 1,40. Dengan tidak adanya data Inggris untuk memicu kenaikan ini, langkah tersebut murni teknikal.

Trader valas akan sibuk pada hari Jumat karena banyak laporan ekonomi penggerak pasar dijadwalkan untuk rilis. Meskipun demikian, fokus mereka akan tertuju pada mata uang lain dan bukan dolar AS karena satu-satunya rilis AS, penjualan rumah yang ada, biasanya tidak memicu pergerakan besar. Sebaliknya, dolar AS akan mengambil isyarat dari saham dan imbal hasil.

Tetap perhatikan sterling karena pertanyaan mengenai apakah GBP/USD dapat tembus atau gagal di level 1,40 akan ditentukan oleh laporan penjualan ritel dan PMI Inggris hari Jumat. Kami mendapatkan informasi dari pengukuran konsorsium ritel Inggris bahwa belanja konsumen sangat lemah pada awal tahun karena mereka melaporkan kenaikan paling lambat sejak Mei. Ekonom juga memperkirakan penurunan yang signifikan. Pembatasan yang sedang berlangsung dapat berimbas kepada PMI yang lebih lemah bahkan saat kami menantikan pemulihan paruh kedua yang kuat. Semua ini menunjukkan bahwa jalur resistensi terkecil untuk GBP/USD dalam waktu dekat harus lebih rendah.

PMI Eurozone juga berada pada agenda kalender. Seperti halnya Inggris, pembatasan yang sedang berlangsung dapat mengindikasikan bahwa aktivitas ekonomi lemah. Pekan lalu, Jerman memperpanjang lockdown paling cepat hingga 14 Maret. Meskipun kasus virus baru telah turun secara signifikan, pemerintah khawatir mengenai kecepatan penyebaran jenis virus dari Inggris ini. Semakin lama pembatasan diberlakukan, semakin lama waktu yang dibutuhkan bagi perekonomian untuk pulih. Menurut risalah ECB, pembuat kebijakan Eurozone merasa cukup banyak stimulus moneter yang dinilai tetap penting. Kami masih mencari EUR/USD untuk menguji level 1,20.

Dolar Australia diperdagangkan lebih tinggi dengan didukung oleh laporan pasar tenaga kerja yang lebih kuat. Meskipun jumlah pekerjaan yang diciptakan bulan lalu kurang dari yang diharapkan dan lebih sedikit dari bulan sebelumnya, rincian laporan mengindikasikan bahwa kekuatan lebih besar daripada kelemahan. Seluruh lapangan kerja yang hilang merupakan pekerjaan paruh waktu dengan pekerjaan penuh waktu tumbuh sebesar 59.000. Tingkat pengangguran juga turun menjadi 6,4% dari 6,6%. Hal tersebut menjadi indikasi bahwa pemulihan pasar tenaga kerja negara semakin intensif. Penjualan ritel dan PMI Australia akan dirilis malam ini. Ketika Australia sedang berada di tengah pemulihan pasca COVID, seluruh indikasi menunjukkan data yang lebih kuat. Hal yang sama berlaku untuk Selandia Baru, yang seharusnya dapat mengalami kenaikan pada harga produsen bersamaan dengan harga konsumen. Berbeda dengan Kanada. Penjualan eceran kemungkinan lemah mengingat penurunan penjualan grosir dan memburuknya kondisi pasar tenaga kerja. Mengingat banyaknya data non-AS, peluang terbesar mungkin ada pada persilangan mata uang pada hari Jumat.



Sumber:investing.com