Aksi Ambil Untung Dimulai Saat Para Pemimpin UE Umumkan Rencana Brexit Tanpa Kesepakatan

 Aksi Ambil Untung Dimulai Saat Para Pemimpin UE Umumkan Rencana Brexit Tanpa Kesepakatan


  • Kombinasi berbagai faktor mendorong sejumlah penutupan posisi beli di sekitar GBP/USD.
  • Harapan semakin menipis untuk Brexit di menit-menit terakhir membebani pound dan memberikan tekanan.
  • Kegelisahan COVID-19 mendorong aliran surga menuju USD dan menambah bias penjualan.

Setelah negosiasi berbulan-bulan, Inggris dan Uni Eropa belum dapat mencapai kesepakatan pasca-Brexit. Perundindan terhenti di tengah perselisihan mengenai poin-poin penting yang mencuat – yang disebut playing field dan perikanan. Dengan latar belakang tersebut, laporan bahwa para pemimpin Eropa akan menuntut Komisi Eropa untuk menerbitkan rencana tanpa kesepakatan yang berdampak pada pound Inggris. Setelah berusaha keras untuk menemukan penerimaan di atas angka bulat 1,3300, terlihat aksi penutupan aksi beli pada pasangan GBP/USD pada hari Kamis dan pasangan ini terus melemah selama paruh pertama sesi perdagangan Eropa.

Pasangan ini merosot ke lingkungan 1,3200 dan lebih lanjut ditekan oleh kenaikan permintaan dolar AS. Kekhawatiran pasar yang meningkat terhadap dampak ekonomi karena diberlakukannya pembatasan baru mengurangi optimisme atas potensi vaksin virus corona. Hal ini, pada gilirannya, mengurangi sentimen risiko global dan mendorong aliran mata uang safe haven menuju greenback. Jadi, ekspektasi yang semakin menguat atas pelonggaran moneter lebih lanjut oleh Fed mungkin menahan pembeli USD untuk menempatkan taruhan agresif dan membantu membatasi pelemahan mata uang utama yang lebih dalam, setidaknya untuk saat ini.

Investor mungkin juga menahan diri untuk menempatkan posisi depresiasi jangka pendek lebih lanjut, lebih memilih untuk menunggu pembaruan resmi Brexit. Negosiator UE dilaporkan akan memperbarui utusan dari 27 negara anggota blok itu tentang perundingan perdagangan terbaru dengan Inggris pada hari Jumat. Hal ini, pada gilirannya, menyarankan kehati-hatian sebelum menentukan posisi untuk setiap langkah depresiasi lebih lanjut di tengah tidak adanya rilis ekonomi penggerak pasar yang relevan dari Inggris.

Sementara itu, data ekonomi AS menampilkan rilis Indeks Manufaktur Fed Philly dan Klaim Pengangguran Mingguan Awal. Data tersebut, bersama dengan sentimen risiko pasar yang lebih luas dan perkembangan seputar berita virus corona, akan memengaruhi dinamika harga USD dan selanjutnya menghasilkan beberapa peluang perdagangan yang berarti.

Prospek teknis jangka pendek

Dari perspektif teknis, bias jangka pendek tampaknya masih mendukung pedagang bullish dan pullback yang sedang berlangsung mungkin masih dikategorikan sebagai korektif. Prospek positif selanjutnya diperkuat oleh pembentukan saluran miring ke atas, yang menunjukkan tren naik jangka pendek yang mapan. Oleh karena itu, setiap penurunan berikutnya di bawah level 1,3200 mungkin masih dilihat sebagai kesempatan membeli dan tetap terbatas di dekat support horizontal 1,3165-60. Namun, beberapa kelanjutan penjualan berpotensi menyeret pasangan ini lebih jauh menuju support swing low minggu lalu, di sekitar wilayah 1,3110-05.

Di sisi lain, level 1,3275 sekarang mungkin bertindak sebagai resistance langsung dan diikuti oleh 1,3300. Penguatan lebih lajut di atas levvel ini dapat memicu pergerakan short-covering dan mendorong pasangan ini lebih jauh untuk menantang resistance saluran tren, saat ini di sekitar wilayah 1,3345, yang jika dikalahkan dengan tegas akan dilihat sebagai pemicu baru bagi pedagang bullish. Pasangan ini kemudian mungkin melanjutkan pergerakan apresiasi jangka pendeknya dan bertujuan untuk merebut kembali angka bulat 1,3400. Momentum selanjutnya bisa berlanjut menuju puncak tahun berjalan, di sekitar wilayah 1,3480-85, dalam perjalanan ke level psikologis penting di 1,3500.

GBP/USD



Sumber : www.fxstreet-id.com