AUDUSD Cenderung Bullish

 AUDUSD Cenderung Bullish


Perdana Menteri Australia Scoott Morrison, menerima suktikan vaksin pertama di hari minggu kemarin.

Ini merupakan langkah besar dimana negara yang terkenal dengan sangat ketat menerapkan protocol kesehatan, mulai melakukan vaksinasi terhadap 4 juta orang di bulan Maret. Dengan terkendalinya pandemic covid-19 dan data ekonomi yang terus membaik, maka mata uang Dollar Australia dapat menguat terhadap mata uang US Dollar kedepannya. Sejak Maret tahun lalu hanya sekitar 29.000 orang terinfeksi dan 909 meninggal karena virus covid-19, dan ini merupakan prestasi Pemerintah Australia dalam mengendalikan virus yang menyerang 25,68 juta penduduknya.

Dari Amerika Serikat yang perlu diperhatikan adalah Ketua The Fed akan mengadakan dengar pendapat dengan House Financial Service Committee di Capitol Hill pada hari Rabu minggu ini. Dengan likuiditas yang sangat tinggi, membuat data ekonomi Amerika Serikat terlihat membaik disemua sector, termasuk sector tenaga kerja, aktivitas bisnis dan laju tingkat inflasi. Naiknya laju tingkat inflasi tentunya mendorong imbal hasil obligasi 10 tahun naik ke level tertinggi dalam 1 tahun. Keadaan ini tentunya dapat menjadi pertanyaan yang harus dijawab oleh Jerome Powell dalam dengar pendapat tentang waktu tepatnya untuk taper. Walaupun Powell tidak akan merubah scenario kebijakan moneternya dalam hal suku bunga dan program QE, tetapi Ketua The Fed di prediksi tidak akan bernada terlalu Dovish, dalam kesaksiannya.

Efek Terhadap Pasar

Dengan dimulainya vaksinasi di negara Australia, maka negara ini akan lebih cepat masuk kedalam kondisi normal, sehingga membuat pair AUDUSD akan cenderung menguat dalam beberapa waktu kedepan.

Ekspektasi Pasar

Diprediksi pair AUDUSD bergerak dalam range 0.7839 – 0.7932

Trading Plan :

BuyLimit 0.7791 – 0.7839  dengan target 0.7932 – 0.7988

Stoploss 0.7722

Grafik AUDUSD timeframe D1

AUDUSD



Sumber : www.fxstreet-id.com