Chart Of The Day: Secara Teknis Minyak Mendukung Prediksi Bullish Analis Goldman

 Chart Of The Day: Secara Teknis Minyak Mendukung Prediksi Bullish Analis Goldman


Harga minyak telah ranging dalam dua bulan terakhir, karena kekhawatiran pasar terjadi antara optimisme akan pembukaan kembali ekonomi global versus kebangkitan kembali COVID-19 di banyak bagian dunia yang dapat menunda dimulainya kembali bisnis seperti biasa. Ada lagi kekhawatiran lainnya termasuk OPEC + yang memperbolehkan lebih banyak produksi dan cyclical cutback pada permintaan China.

Salah satu hambatan untuk minyak mentah adalah diterapkannya prospek energi hijau di bawah Pemerintahan Biden. Beberapa orang memprediksikan bahwa tahun 2023 minyak akan mulai tenggelam dan akan turun menjadi $10 pada tahun 2050.

Sementara itu, analis di Goldman Sachs (NYSE:GS) memperkirakan bahwa minyak akan mencapai $80 tahun ini, karena pasokan dipasar rendah sementara permintaan melonjak tinggi yang disebabkan oleh pemulihan ekonomi. Dalam pandangan bank investasi:

“Besarnya perubahan volume permintaan yang akan datang merupakan sebuah perubahan yang tidak bisa ditandingi pasokan dan hal ini tidak boleh diremehkan.”

Konflik penawaran dan permintaan ini terlihat pada grafik.

Oil Daily

WTI turun di bawah rising channelnya sejak terendah 2 November, kemudian berlanjut dan harga membentuk descending channel. Pola ini dibentuk oleh penjual yang keinginannya meningkat memaksa mereka untuk menurunkan penawaran mereka sementara pembeli tetap tenang, bersedia untuk menawar hanya pada level tertentu. Karena itulah pola ini bearish. Namun pola bearish berhenti setelah penembusan sisi bawah.

Tapi di sinilah hal itu menjadi menarik. Harga menembus ke atas, menghancurkan pola yang dianggap bearish.

Efek dari suatu pola yang bergerak ke arah berlawanan dari arah yang diharapkan sering kali menyebabkan reaksi berantai pasar yang membalikan dinamika dari bearish ke bullish.

Secara khusus, pertama, bears harus mengcover shortnya. Dan itu dimanifestasikan sebagai lonjakan permintaan yang tiba-tiba, mendorong harga lebih tinggi. Ketika penekanan short selesai, harga mungkin terhenti atau bahkan kembali ke pola.

Harga kemudian membentuk support dengan memicu long order dan mereka yang telah menunggu kejelasan arah harganya. Pada titik ini mereka dapat mengidentifikasi penembusan dan akan menambahkan bobot mereka untuk meyeimbangkan harga pada level support, kemudian mendorong harga naik untuk leg kedua lebih tinggi.

Sekarang, bear sebelumnya akan siap untuk kembali bermain, bergabung dengan spekulan ritel. Sebagian besar pasar diharapkan berada di sisi permintaan, mendorong harga naik untuk leg ketiga.

Namun sebelum semua itu terjadi, saat ini harga sedang turun untuk hari kedua, menguji sisi atas dari pola pergerakan. Perhatikan garis putus-putus warna biru. Ini menunjukkan support sebelumnya dimana setelah ditembus berubah menjadi resistance, memperlambat kemajuan.

Saat ini, harga membentuk support di sisi atas pola, tetapi jika harga jatuh di sisi bawah pola, harga masih bisa rebound dari bawah rising channel saat ini yang tebentuk di harga terendah pada 23 Maret. Perhatikan, bagian bawah channel bertemu dengan bagian atas segitiga pada harga $62, yang membuatnya dianggap sebagai support yang diperkuat.

Berdasarkan pola, yang mencakup semua kepentingan saat ini dalam kontrak, target harga untuk minyak adalah $74. Perlu diingat bahwa jika harga memang sampai di $74 pergerakannya tidak akan lurus. Itu berarti pedagang dapat dihentikan dari posisi menang.

Strategi Trading Untuk Long Position

Trader konservatif harus menunggu harga mencapai ketinggian baru yang terbentuk di atas $67,98 pada 8 Maret, kemudian menunggu pergerakan kembali yang menciptakan base.

Trader moderat akan masuk ketika harga kembali ke dasar channel atau menerobos garis putus-putus biru.

Trader agresif dapat memasuki posisi sesuka hati, menerima risiko lebih tinggi karena menggunakan konfirmasi yang lebih sedikit, sebagai bagian dari reward yang lebih tinggi karena membuka posisi lebih dulu dari trader konservatif dan moderat.

Jika Anda tidak tahu membuat rencana trading, berikut contohnya:

Contoh Trading

  • Entry: $63
  • Stop-Loss: $62
  • Risk: $1
  • Target: $66
  • Reward: $3
  • Risk:Reward Ratio: 1:3

Catatan Penulis: Kami tidak memiliki bola kristal. Kami juga tidak mengklaim mengetahui masa depan. Analisis kami bisa saja salah. Dan jika analis kami benar, itu hanya berdasarkan statistik. Bahkan jika analisis akan mengikuti hingga saat ini, tidak berarti sampel trading ini adalah cara terbaik untuk perdagangan ini.

Anda perlu mempelajari cara menggambar rencana yang sesuai dengan waktu, anggaran, dan temperamen Anda untuk memaksimalkan peluang Anda. Jika Anda belum bisa melakukannya, Anda dapat menggunakan sampel kami, tetapi hanya untuk tujuan pendidikan. Jika Anda memiliki fantasi menghasilkan uang tanpa memahami implikasi penuh dari analisis, Anda akan berakhir miskin dan tidak bisa trading lagi.



Sumber:investing.com