Dolar Amerika Serikat Melemah Tipis Jelang Dimulainya Rapat Fed AS

 Dolar Amerika Serikat Melemah Tipis Jelang Dimulainya Rapat Fed AS


© Reuters.

Oleh Gina Lee

Investing.com – Dolar Amerika Serikat melemah tipis pada Selasa (26/01) pagi meski terjadi peningkatan jumlah kasus global COVID-19 dan keraguan atas ukuran dan kecepatan dari langkah-langkah stimulus AS lebih lanjut. Investor juga tetap berhati-hati menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve yang akan dimulai hari ini.

Indeks dolar AS turun tipis 0,02% di 90,358 per pukul 10.52 WIB menurut data Investing.com. Pasangan USD/JPY stabil di level 103,73. 

Adapun rupiah kembali melemah 0,32% di 14.055,0 per dolar AS sampai pukul 10.37 WIB.

Pasangan AUD/USD melemah sedikit 0,12% ke 0,7699 dan pasar Australia ditutup libur. Pasangan NZD/USD turun tipis 0,08% di 0,7191.

Sedangkan USD/CNY melemah 0,11% di 6,4710 dan GBP/USD turun 0,08% ke 1,3663.

“Pasar telah menempuh perjalanan panjang dengan harapan bahwa COVID-19 menghilang dan pemerintah menghabiskan banyak uang,” kata analis mata uang Westpac Imre Speizer kepada Reuters.

“Keduanya telah terhenti saat ini, dan karenanya pasar juga akan terhenti … salah satu kebutuhan itu harus berhenti untuk memberi Anda sinyal arah selama beberapa minggu ke depan,” tambahnya.

Kemenangan Partai Demokrat dalam pemilihan umum putaran kedua Senat AS di Georgia pada awal bulan memberikan kendali kepada partai tersebut atas Kongres AS. 

Meskipun kemenangan ini meningkatkan harapan investor bahwa paket stimulus $1,9 triliun yang diusulkan oleh Presiden Joe Biden awal bulan ini dapat memiliki jalan yang lebih mulus untuk diloloskan, ketidaksepakatan yang mencuat dari kalangan anggota parlemen Republik sudah terbukti menjadi hambatan dan memperburuk minat risiko.

Data pemosisian mengungkapkan bahwa spekulasi terhadap dolar terus jatuh, dengan greenback memperpanjang tren penurunan yang dimulai pada Maret 2020 ketika mencatatkan level tertinggi yang tidak terlihat dalam hampir sepuluh tahun.

Sementara itu, AS akan merilis banyak data ekonomi sepanjang minggu ini termasuk PDB kuartal IV. Data tersebut diharapkan menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi negara telah melemah karena terus memerangi lonjakan kasus COVID-19. The Fed, pada gilirannya, diharapkan untuk mempertahankan kebijakan pelonggaran saat ini ketika mengumumkan keputusan kebijakannya pada hari Rabu.

“PDB Q4 AS diperkirakan menunjukkan perlambatan yang sangat tajam,” kata analis ANZ dalam catatan kepada klien.

“Dukungan dari Fed dan intervensi fiskal sangat dibutuhkan, dan kami berharap The Fed akan mengabaikan saran dari pengurangan awal,” tambah catatan itu.



Sumber:investing.com