Dolar AS Balik Menguat, Kesaksian Powell di Kongres Jadi Fokus

 Dolar AS Balik Menguat, Kesaksian Powell di Kongres Jadi Fokus


© Reuters.

Oleh Peter Nurse

Investing.com – Dolar Amerika Serikat beranjak menguat pada Selasa (23/02) petang setelah sebelumnya jatuh ke level terendah enam minggu menjelang kesaksian tengah tahunan Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell kepada Kongres AS.

Pada pukul 16.14 WIB, indeks dolar AS beranjak naik 0,15% ke 90,138 menurut data Investing.com.

EUR/USD turun tipis 0,01% ke 1,2153, USD/JPY naik 0,18% ke 105,25 dan AUD/USD melemah 0,14% di 0,7904.

Adapun rupiah kembali bergerak menguat 0,12% ke 14.092,5 per dolar AS pada penutupan perdagangan sampai pukul 14.56 WIB. 

Pergerakan ini muncul di tengah kekhawatiran akan kenaikan inflasi global, dan menempatkan fokus kepada kepala Fed Jerome Powell, yang akan bersaksi di hadapan Kongres AS.

Ia diperkirakan akan memberikan jaminan bahwa Fed tidak akan menanggapi inflasi yang lebih tinggi dengan kenaikan suku bunga segera, yang berpotensi menyebabkan dolar turun lebih jauh.

“Tantangannya adalah mengungkapkan kepercayaan pada pemulihan, tetapi tidak terlalu percaya diri sehingga kemerosotan pasar obligasi berubah menjadi keruntuhan,” kata analis di ING, dalam catatan risetnya.

“Biasanya, Fed menemukan kata-kata yang tepat pada kesempatan ini – yang pasti mengabaikan kenaikan inflasi yang akan datang ke Q2 – sehingga penurunan pasar obligasi mungkin dapat tetap teratur.”

Sedangkan, GBP/USD naik 0,06% ke 1,4070 pukul 16.25 WIB seiring langkah Inggris mendorong program vaksinasi Covid-19 dan ini meningkatkan kepercayaan dalam pemulihan ekonomi Inggris.

Tingkat pengangguran Inggris naik menjadi 5,1% dalam tiga bulan terakhir tahun 2020, tertinggi sejak kuartal I tahun 2016, data resmi menunjukkan hari Selasa. Meskipun demikian, data terpisah dari Kantor Statistik Nasional Inggris menunjukkan bahwa jumlah karyawan dalam daftar gaji perusahaan pada Januari naik sebanyak 83.000 dari Desember.

Pada hari Senin, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menetapkan tujuannya untuk melonggarkan aturan penguncian dalam serangkaian tahapan selama empat bulan ke depan.

“Peralihan dari ketidakpastian terkait Brexit kepada terkait peluncuran vaksin hingga ke prospek pertumbuhan Inggris memberikan pandangan untuk periode yang lebih sering muncul dari kelebihan valuasi GBP,” tambah ING.



Sumber:investing.com