Dolar AS Bergerak Naik, Komentar Ketua Fed Tahan Penguatan

 Dolar AS Bergerak Naik, Komentar Ketua Fed Tahan Penguatan


© Reuters.

Oleh Gina Lee

Investing.com – Dolar Amerika Serikat beranjak naik pada Jumat (15/01) petang namun pernyataan dovish dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell bahwa suku bunga tidak akan naik dalam waktu dekat tampaknya membatasi penguatan tersebut.

Indeks dolar AS menguat 0,145 di 90,340 menurut data Investing.com per pukul 13.44 WIB. USD/JPY stabil di 103,79 dan AUD/USD melemah 0,39% di 0,7747, sedangkan NZD/USD turun 0,25% di 0,7192 pukul 13.47 WIB.

EUR/USD pun melemah 0,16% ke 1,2137 dan GBP/USD turun 0,155 di 1,3667. Adapun rupiah bergerak stagnan di level 14.050,0 hingga pukul 13.47 WIB.

Selama wawancara streaming langsung dengan Universitas Princeton, Powell mengatakan bahwa ekonomi masih jauh dari apa yang diinginkan The Fed, dan ia tidak melihat alasan untuk mengubah langkah kebijakan yang sangat akomodatif “sampai pekerjaannya baik dan benar-benar selesai”.

Program pembelian aset The Fed juga telah membebani dolar, karena meningkatkan pasokan mata uang dan dengan demikian menurunkan nilainya.

“Untuk jangka pendek, Powell hanya memperlemah dolar AS,” kata analis mata uang Westpac, Sean Callow.

“Kasus dasar masih untuk akselerasi substansial ekonomi global, yang secara historis telah terbukti positif bagi mayoritas mata uang terhadap dolar AS, tetapi saya pikir ada potensi untuk setidaknya berdebat tentang apakah dolar AS akan cukup lemah seperti yang diharapkan orang.”

Biden merilis rincian “American Rescue Plan” senilai $1,9 triliun pada hari Kamis, yang mencakup gelombang pengeluaran baru, pembayaran yang lebih langsung tunai kepada rumah tangga, perluasan tunjangan pengangguran dan mendorong program vaksinasi dan pengujian virus.

Namun, pertanyaan pun mencuat tentang bagaimana ia dan pemerintahannya berencana untuk membiayai anggaran tersebut.

Dolar rebound ke level tertinggi 90,73 pada awal minggu dari level terendah 89,206 pada 6 Januari. Dolar AS melanjutkan reli yang didorong oleh prospek stimulus lanjutan, yang membebani obligasi pemerintah AS dan mengirimkan yield obligasi acuan 10 tahun di atas 1% untuk pertama kalinya sejak Maret 2020.

Tapi, beberapa investor sudah memperkirakan bahwa greenback akan melanjutkan penurunan yang membuatnya turun hampir 7% tahun lalu dibandingkan mata uang utama lainnya karena ekonomi global pulih dari COVID-19, namun ada kekhawatiran memuncak bahwa kenaikan imbal hasil akan mengurangi kelemahan itu.

Bitcoin bergerak naik 0,40% di $37.987,7 pukul 13.52 WIB.



Sumber:investing.com