Dolar AS Kian Menguat Pasca Pernyataan Dovish Ketua Fed Powell

 Dolar AS Kian Menguat Pasca Pernyataan Dovish Ketua Fed Powell


© Reuters.

Oleh Gina Lee

Investing.com – Dolar Amerika Serikat kian beranjak menguat pada Jumat (05/03) petang setelah Ketua Federal AS Jerome Powell tetap bersikukuh dengan pandangan kebijakan yang dovish bahkan ketika volatilitas pasar obligasi kian meningkat.

Indeks dolar AS terus naik 0,12% ke 91,757 pukul 14.05 WIB menurut data Investing.com.

Pasangan USD/JPY naik 0,34% ke 108,34, AUD/USD turun 0,20% ke 0,7710 dan NZD/USD melemah 0,33% di 0,7165.

USD/CNY menguat 0,12% di 6,4773. China menetapkan target pertumbuhan ekonomi konservatif di atas 6%, di bawah perkiraan ekonom, untuk tahun 2021 saat Kongres Rakyat Nasional dibuka. Para pemimpin China juga menguraikan dukungan fiskal untuk mendukung pemulihan ekonomi China dari COVID-19.

Sedangkan rupiah lanjut melemah 0,42% ke 14.320,0 per dolar AS sampai pukul 13.31 WIB (USD/IDR).

GBP/USD makin turun 0,15% di 1,3873 pukul 14.08 WIB.

Greenback bergerak naik setelah komentar Powell di acara pertemuan pekerjaan Wall Street Journal pada hari Kamis. Ia mengatakan aksi jual di Obligasi selama seminggu terakhir “penting dan menarik perhatian saya” tetapi tidak “tidak teratur” atau kemungkinan akan mendorong suku bunga jangka panjang begitu tinggi untuk menjamin intervensi Fed yang lebih kuat. Alih-alih mengintervensi, Powell menegaskan kembali komitmen bank sentral untuk mempertahankan kebijakan moneter yang sangat longgar sampai ekonomi “sangat jauh di jalan menuju pemulihan.”

Komentar tersebut memicu kembali aksi jual di Obligasi dan menyebabkan imbal hasil acuan Obligasi AS tenor 10 tahun terus naik 1,04% ke 1,566 sampai pukul 14.08 WIB setelah berakhir melonjak 4,91% Kamis kemarin.

Mata uang berisiko termasuk dolar Australia dan Selandia Baru, turun bersamaan dengan tren pelemahan saham global karena sentimen investor kembali memburuk.

“Cukup mendung untuk volatilitas pasar, karena pasar obligasi sebagai pusat perhatian… pasar tampaknya menginginkan Powell untuk menindak lebih keras terkait kenaikan imbal hasil baru-baru ini,” tandas kepala strategi forex National Australia Bank Ray Attrill dalam catatan.

Dolar safe haven telah didukung oleh pergerakan imbal hasil obligasi yang lebih tinggi dan peningkatan penghindaran risiko yang disebabkan oleh tren penurunan obligasi.

Sementara itu, investor mengamati kemajuan langkah-langkah stimulus AS terbaru. Senat AS memberikan suara pada hari Kamis untuk mendorong RUU paket stimulus sebesar $1,9 triliun dari Presiden Joe Biden dan diharapkan untuk menyetujuinya ketika debat berakhir selama akhir pekan.

Yang juga menambah kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi adalah peluncuran vaksin COVID-19 global, pada akhirnya, dapat meningkatkan harapan untuk pemulihan ekonomi global yang cepat dari COVID-19. Mata uang terkait komoditas, seperti AUD dan NZD, telah dirugikan oleh suasana yang suram bahkan ketika beberapa investor mengharapkannya untuk naik karena ekonomi dibuka kembali setelah COVID-19.



Sumber:investing.com