Dolar AS Lanjut Menguat Usai Keputusan Kebijakan Hawkish Fed

 Dolar AS Lanjut Menguat Usai Keputusan Kebijakan Hawkish Fed



© Reuters.

Oleh Gina Lee

Investing.com – Dolar Amerika Serikat lanjut naik pada Kamis (17/06) petang, naik ke level tertinggi dalam hampir dua bulan. Investor terus mencerna nada mengejutkan Federal Reserve AS dalam keputusan kebijakan terbarunya.

Indeks dolar AS terus naik 0,22% ke 91,412 pukul 13.08 WIB menurut data Investing.com. IIndeks naik hampir 1% selama sesi sebelumnya, kenaikan terbesar sejak Maret 2020.

Pasangan USD/JPY naik tipis 0,02% ke 110,72.

Pasangan AUD/USD sedikit naik 0,08% di 0,7616. Data ketenagakerjaan Australia untuk bulan Mei yang dirilis sebelumnya lebih baik dari yang diharapkan, dengan perubahan pekerjaan sebanyak 115.200. Tingkat pengangguran turun menjadi 5,1%.

Adapun rupiah bergerak melemah 0,93% ke 14.367,5 per dolar AS hingga pukul 12.38 WIB.

Di seberang Laut Tasman, pasangan NZD/USD menguat 0,28% di 0,7069 pukul 13.10 WIB. Data yang dirilis sebelumnya menyebutkan PDB Selandia Baru tumbuh 1,6% kuartal ke kuartal dan 2,4% setahun pada kuartal pertama. Kedua angka tersebut lebih tinggi dari yang diperkirakan.

Pasangan USD/CNY menguat 0,46% di 6,4266. Data ekonomi China, yang dirilis pada hari Rabu, mengatakan bahwa produksi industri tumbuh lebih buruk dari perkiraan 8,8% tahun ke tahun di bulan Mei sementara tingkat pengangguran sebesar 5,2%.

Pasangan GBP/USD stagnan di level 1,3987 dan EUR/USD turun 0,12% di 1,1980 pukul 13.12 WIB.

The Fed memajukan proyeksi untuk kenaikan suku bunga pertama pasca-COVID-19 ke tahun 2023 saat mengumumkan keputusannya pada hari Rabu setempat. Situasi COVID-19 yang membaik, dengan negara-negara bagian termasuk California dan New York dibuka kembali, disebut sebagai pembalikan dari sikap bank sentral sebelumnya bahwa COVID-19 membebani perekonomian.

Mayoritas 8 dari 11 pejabat Fed memperkirakan setidaknya dua seperempat poin kenaikan suku bunga untuk tahun 2023, meskipun berjanji untuk mempertahankan kebijakan dovish saat ini untuk mendorong pemulihan yang sedang berlangsung di pasar kerja.

Sementara itu, inflasi diperkirakan akan melonjak pada tahun 2021, meskipun tekanan harga diperkirakan masih bersifat sementara. Pertumbuhan ekonomi keseluruhan juga diperkirakan akan mencapai 7%.

“Poros super hawkish The Fed akan memperkuat posisi terendah dan menawarkan dukungan dolar jangka pendek lebih lanjut … pukulan ganda dari suku bunga yang lebih tinggi dan sentimen risiko yang goyah akan mengakibatkan tekanan posisi dan awal dari narasi baru,” mungkin menghasilkan “2% reli USD secara luas selama bulan-bulan musim panas,” ungkap analis TD Securities dalam catatan.

Imbal hasil obligasi 10 tahun naik 0,73% di 1,581 sampai pukul 13.09 WIB.

Investor sekarang menunggu keputusan dari bank sentral lainnya, termasuk Swiss National Bank dan Norges Bank di kemudian hari, diikuti oleh Bank of Japan pada hari Jumat.

Penguatan dolar juga memukul mata uang kripto. Bitcoin jatuh 3,66% di $38,785.2 pukul 13.18 WIB.



Sumber:investing.com