Dolar AS Melemah Tipis, Pasar Fokus Risalah Pertemuan the Fed

 Dolar AS Melemah Tipis, Pasar Fokus Risalah Pertemuan the Fed



Oleh Peter Nurse

Investing.com – Dolar Amerika Serikat balik melemah pada Rabu (07/04) petang sejalan pelemahan imbal hasil obligasi meskipun ada tanda-tanda lebih lanjut dari pertumbuhan ekonomi AS yang kuat.

Pada pukul 16.02 WIB, indeks dolar AS turun tipis 0,07% ke 92,282 menurut data Investing.com. USD/JPY sedikit menguat 0,06% di 109,81, GBP/USD naik tipis 0,01% ke 1,3825 dan AUD/USD terus melemah 0,34% di 0,7636.

Sedangkan rupiah sedikit menguat 0,03% ke 14.495,0 per dolar AS hingga pukul 14.59 WIB.

Kuartal sebelumnya dolar mencatatkan kenaikan terkuat dalam beberapa tahun di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa percepatan pertumbuhan ekonomi AS dan inflasi dapat memaksa The Fed untuk membatalkan janjinya mempertahankan suku bunga mendekati nol hingga 2024.

Namun, ekspektasi ini telah terkendali pada awal kuartal baru di mana EUR/USD naik ke level tertinggi dua minggu di 1,1878, dan yield obligasi 10 tahun AS turun ke 1,65%.

Namun banyak investor masih mempertanyakan apakah Fed dapat tetap menjaga sikap dovishnya, terutama mengingat data ketenagakerjaan baru-baru ini. Laporan gaji pekerja pada hari Jumat lalu jauh lebih kuat dari yang diharapkan sementara data hari Selasa menunjukkan pasar kerja menciptakan lebih banyak peluang yang lebih cepat daripada perkiraan banyak ekonom dan pengusaha.

“Pasar tenaga kerja mungkin berjalan lebih panas dari yang Anda pikirkan dan tokoh-tokoh kunci global sekarang berada di wilayah pengetatan,” kata analis di Nordea, dalam catatan. “Mungkinkah mandat ganda The Fed akan terpenuhi pada awal 2022?”

Pasar akan mendapatkan lebih banyak wawasan tentang apa yang dipikirkan pembuat kebijakan Fed mengenai inflasi dan keadaan saat ini dari program pembelian obligasi ketika risalah rapat Komite Pasar Terbuka bulan lalu dirilis pada Rabu.

Presiden AS Joe Biden pada hari Selasa menaikkan target kelayakan vaksin Covid-19 untuk semua orang dewasa Amerika hingga 19 April, dua minggu lebih awal dari batas waktu 1 Mei yang ia umumkan sebelumnya.

Adapun, USD/INR bergerak menguat sore ini setelah bank sentral India mempertahankan suku bunga acuannya pada rekor terendah 4% tetapi memotong kas rasio terbalik dan juga mengisyaratkan kesiapan untuk bertindak mendukung pertumbuhan. RBI mengatakan akan mempertahankan sikap akomodatifnya selama yang diperlukan.

Di Eropa, bank sentral Polandia diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan pada level 0,1% selama 11 bulan berturut-turut Rabu nanti di mana ada kekhawatiran tentang dampak kerusakan ekonomi dari pembatasan Covid-19 yang lebih ketat yang akan melebihi kenaikan inflasi dan mata uang nasional yang lebih lemah.

USD/PLN naik 0,1% menjadi 3,8716, sementara EUR/PLN naik 0,1% menjadi 4,5959. Zloty mencapai level terendah 10 tahun terhadap euro pekan lalu di bawah tekanan dari rekor infeksi Covid-19 – hanya tiga bulan setelah bank sentral itu melakukan intervensi untuk menghentikan penguatannya terhadap euro.



Sumber:investing.com