Dolar AS Melemah Tipis, tapi Hentikan Penurunan 2 Hari Berturut

 Dolar AS Melemah Tipis, tapi Hentikan Penurunan 2 Hari Berturut


© Reuters.

Oleh Yasin Ebrahim

Investing.com – Dolar Amerika Serikat turun tipis pada Kamis (08/04) pagi setelah bergerak menguat pada sesi Rabu dan ini berarti menghentikan tren penurunan selama dua hari beruntun. Pergerakan mata uang dolar AS ini sesi sebelumnya sejalan dengan penguatan imbal hasil obligasi AS meskipun notulen rapat Federal Reserve bulan Maret mengonfirmasi bank sentral tidak terburu-buru untuk meningkatkan suku bunga.

Indeks dolar AS melemah tipis 0,01% ke 92,465 pukul 09.15 WIB pagi ini setelah berakhir menguat 0,13% di 92,472 pada sesi Rabu. Pukul 09.17 WIB, rupiah kembali bergerak turun 0,48% ke 14.560,0 per dolar AS menurut data Investing.com.

“Para peserta mencatat bahwa kemungkinan akan membutuhkan waktu sampai kemajuan substansial lebih lanjut menuju tujuan maksimum-ketenagakerjaan dan stabilitas harga Komite akan terwujud dan bahwa, sesuai dengan pedoman berbasis hasil Komite, pembelian aset akan berlanjut setidaknya pada kecepatan saat ini hingga saat itu,” risalah menunjukkan.

Risalah tersebut tidak menawarkan wawasan baru tentang pemikiran Fed terkait kebijakan moneter, tetapi bunga obligasi berubah positif dan menopang dolar AS di sesi sebelumnya.

Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun naik 0,77% ke 1,667 sampai pukul 09.08 WIB setelah ditutup naik 1,29% di 1,679 pada sesi Rabu.

Dolar AS telah mencatatkan awal yang buruk untuk minggu ini dan bergerak melemah selama dua hari berturut-turut, tetapi masih ada kewaspadaan yang diindikasikan dari tren turun terbentuk menjelang rilis risalah.

“Greenback telah menunjukkan tanda-tanda pelemahan minggu ini, terutama terhadap negara-negara dengan imbal hasil rendah, tetapi tampaknya terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa ini adalah awal dari tren turun USD yang lebih luas,” kata ING.

Dolar dan imbal hasil akan menjadi fokus lagi pada hari Kamis karena Ketua Fed Jerome Powell akan berpartisipasi dalam diskusi panel IMF membahas pertumbuhan global.



Sumber:investing.com