Dolar AS Menguat Ditengah Ekspektasi Stimulus Moneter Bank Sentral

 Dolar AS Menguat Ditengah Ekspektasi Stimulus Moneter Bank Sentral


© Reuters.

Investing.com – Dolar Amerika Serikat bergerak menguat pada Kamis (19/11) pagi di tengah kekhawatiran investor terhadap meningkatnya angka kematian akibat covid-19 dan mulai berspekulasi atas kebijakan stimulus moneter lanjutan dari Federal Reserve AS.

Indeks dolar AS beranjak naik 0,16% ke 92,455 menurut data Investing.com pukul 10.10 WIB. EUR/USD turun tipis 0,03% di 1,1848 dan GBP/USD 0,22% di 1,3239. USD/JPY turun tipis 0,04% di 103,79.

Dari dalam negeri, rupiah kembali melemah 0,73% di 14.152,5 per dolar AS hingga pukul 10.08 WIB.

Pergerakan mata uang ini terjadi pasca Pfizer mengumumkan hasil uji coba vaksin covid-19 tahap akhir efektif hingga 95% seperti dilansir Reuters Kamis (19/11) pagi.

“Para bankir bank sentral terus menawarkan janji kucuran uang yang hampir tiada henti,” kata ahli strategi mata uang Societe Generale (PA:SOGN) Kit Juckes.

Distrik sekolah publik terbesar di Amerika Serikat, di Kota New York, akan menghentikan kegiatan belajar mengajar langsung mulai Kamis untuk mencoba mengendalikan penyebaran covid-19 karena angka kematian di AS terus melonjak.

Amerika Serikat masih mengalami “resesi yang parah” dan pertumbuhan tetap rentan terhadap perubahan tingkat infeksi virus, Presiden Federal Reserve New York John Williams mengatakan pada hari Rabu, dan menegaskan kembali bank sentral akan menggunakan semua alatnya untuk membantu perekonomian.

Jumlah lapangan pekerjaan AS akan dipantau pada hari Kamis untuk mengetahui langkah Fed selanjutnya. Pada pukul 10.00 GMT, Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde akan menyampaikan pidato dalam sidang Komite Parlemen Eropa di Frankfurt.



Sumber:investing.com