Dolar AS Menguat Setelah Rilis Data Ekonomi & Keputusan Fed

 Dolar AS Menguat Setelah Rilis Data Ekonomi & Keputusan Fed



© Reuters.

Oleh Gina Lee

Investing.com – Dolar Amerika Serikat beranjak menguat pada Jumat (30/09) petang tetapi masih mendekati level terendah satu bulan. Federal Reserve AS mempertahankan sikap dovish-nya dalam keputusan kebijakan terbaru, dan data ekonomi AS yang mengecewakan juga menahan reli mata uang AS tersebut.

Dolar AS terus bergerak naik 0,11% di 91,968 pukul 13.16 WIB menurut data Investing.com. Indeks sempat turun ke 91,855 pada hari Kamis, level yang tidak terlihat sejak 29 Juni dan tampaknya akan berkurang 1% untuk pekan ini, kinerja mingguan terburuk sejak awal Mei 2021. Indeks juga turun 0,5% untuk bulan ini setelah reli 2,8% bulan sebelumnya.

Pasangan USD/JPY naik 0,10% di 109,57. AUD/USD melemah 0,18% di 0,7382 dan NZD/USD turun 0,19% ke 0,6995. Di Indonesia, rupiah menguat tipis 0,07% di 14.470,0 per dolar AS hingga pukul 13.28 WIB.

Pasangan USD/CNY naik 0,10% di 6,4627 sedangkan GBP/USD turun 0,10% di 6,4627 pukul 13.20 WIB. Pound mendekati level tertinggi lebih dari sebulan, didorong oleh pelemahan dolar AS dan penurunan kasus harian COVID-19 di Inggris.

Komentar Ketua Fed Jerome Powell, disampaikan ketika bank sentral mengumumkan keputusan kebijakannya pada hari Rabu, mendorong tren pelemahan greenback. Powell menegaskan kenaikan suku bunga “masih jauh” dan pasar kerja masih memiliki “beberapa alasan untuk dibantu” sebelum pengurangan aset dapat dimulai.

“Kala The Fed terus mengatakan akan menghentikan program pencetakan uangnya, langkah Fed menuju perubahan ini tampaknya akan lebih lambat dari yang diantisipasi sebelumnya,” ahli strategi mata uang Western Union (NYSE:WU) Business Solutions Steven Dooley mengatakan kepada CNBC.

“Kewaspadaan The Fed terlihat karena perlambatan pertumbuhan AS, meredanya inflasi dan kekhawatiran mengenai varian Delta COVID-19,” tambahnya.

Data PDB AS untuk kuartal II tahun 2021 juga gagal memberikan dukungan kepada dolar. Meskipun PDB AS tumbuh solid 6,5% kuartal ke kuartal pada kuartal II tahun 2021, namun itu lebih rendah dari perkiraan 8,5% yang disiapkan oleh Investing.com dan pertumbuhan 6,3% tercatat untuk kuartal I.

Data lebih lanjut dari AS, termasuk indeks biaya pekerjaan kuartal II, pendapatan pribadi dan pengeluaran untuk bulan Juni dan Indeks sentimen konsumen Universitas Michigan untuk bulan Juli, akan dirilis hari ini.

Di seberang Atlantik, EUR/USD turun tipis 0,08% ke 1,1877 pukul 13.28 WIB menjelang pengumuman serangkaian data. PDB Jerman, Italia dan zona euro kuartal II, selain indeks harga konsumen untuk bulan Juli Prancis, Jerman, Italia dan zona euro serta tingkat pengangguran zona euro, hari ini.

Di Asia Pasifik, yuan memulihkan sebagian besar kerugiannya dari hari Selasa, meskipun tetap sedikit melemah menjelang pembukaan pasar dalam negeri pada hari Jumat. Sentimen agak terbantu oleh upaya China untuk menenangkan pasar dengan memberi tahu pialang asing untuk menghindari “penafsiran berlebihan” aturan yang baru diumumkan baru-baru ini terhadap sektor-sektor industri termasuk pendidikan swasta.



Sumber:investing.com