Dolar AS Naik Tipis, Keraguan Stimulus Hambat Minat Risiko

 Dolar AS Naik Tipis, Keraguan Stimulus Hambat Minat Risiko


© Reuters.

Oleh Peter Nurse

Investing.com – Dolar Amerika Serikat sedikit menguat pada Selasa (26/01) petang di tengah kekhawatiran atas waktu dan nilai stimulus AS yang membebani sentimen pasar menjelang dimulainya pertemuan Federal Reserve.

Pada pukul 16.52 WIB, indeks dolar AS naik tipis 0,04% di 90,410 menurut data Investing.com. USD/JPY menguat 0,05% di 103,79, GBP/USD turun 0,12% ke 1,3657 dan AUD/USD melemah 0,16% ke 0,7696.

Adapun rupiah lanjut melemah 0,39% di 14.065,0 per dolar AS hingga pukul 14.59 WIB (USD/IDR).

Sentimen risiko telah meningkat selama beberapa bulan terakhir, sehingga merugikan dolar yang dianggap sebagai safe haven, dengan harapan stimulus tambahan AS untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Spekulasi untuk dolar AS terus jatuh, memperpanjang tren penurunan yang dimulai Maret lalu, mencapai level tertinggi dalam hampir satu dekade minggu lalu, data menunjukkan.

Namun, keraguan mulai muncul tentang kapan dan sejauh mana paket stimulus $1,9 triliun yang diusulkan oleh Presiden AS Joe Biden, yang mayoritas dibiayai dengan pinjaman, akan disahkan oleh Kongres AS karena beberapa anggota parlemen dari Partai Republik menentang jumlah nilai anggaran tersebut.

Pada saat yang sama, jumlah kasus virus melonjak dan data ekonomi AS menunjukkan kecepatan yang lesu dalam pemulihan.

Hal tersebut menjadikan pertemuan Federal Reserve minggu ini, yang pertama di bawah pemerintahan Biden, dimulai Selasa nanti dan akan ditutup pada hari Rabu, menjadi fokus pasar. The Fed telah berjanji untuk mendukung perekonomian dengan cara apapun yang dapat dilakukan, dan suku bunga kemungkinan besar akan dipertahankan dengan komentar lebih lanjut tentang prospek kebangkitan ekonomi.

“Pertanyaan besar selama musim semi adalah apakah [Ketua Fed] Jay Powell bersedia ‘bermain bola’ saat potensi tumpukan emisi menghantam pasar. Kami meragukan bahwa Fed akan meningkatkan QE untuk mengakomodasi kebijakan anggaran Biden, paling tidak karena inflasi akan melonjak,” kata analis di Nordea, dalam catatan riset.

Data ekonomi relatif ringan pada hari Selasa, tetapi perhatian akan mulai difokuskan pada rilis angka PDB kuartal IV pekan ini, yang diharapkan menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi negara telah melemah karena terus memerangi lonjakan jumlah kasus COVID-19.

Adapun, EUR/USD turun tipis 0,07% di 1,2128 pukul 17.00 WIB lantaran berlanjutnya ketidakpastian politik di Italia. Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte diperkirakan akan mengundurkan diri Selasa di tengah harapan Presiden Sergio Mattarella akan memberinya mandat untuk membentuk pemerintahan baru dengan dukungan yang lebih luas di parlemen.

Hal itu terjadi untuk mengikuti anggota junior koalisi yang berkuasa di Italia, yang dipimpin oleh Conte, mengundurkan diri minggu lalu karena penanganan pemerintah terhadap krisis virus dan resesi ekonomi.



Sumber:investing.com