Dolar AS Turun Tipis, Pasar Tunggu Respons Powell soal Peningkatan Inflasi

 Dolar AS Turun Tipis, Pasar Tunggu Respons Powell soal Peningkatan Inflasi


© Reuters.

Oleh Gina Lee

Investing.com – Dolar AS melemah tipis pada Selasa (23/02) pagi dan investor menunggu kemungkinan respons dari Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell terhadap meningkatnya kekhawatiran inflasi.

Indeks dolar AS turun tipis 0,02% di 89,983 pukul 10.07 WIB menurut data Investing.com. USD/JPY turun tipis 0,04% ke 105,02, AUD/USD turun 0,01% di 0,7915 dan NZD/USD turun 0,16% di 0,7316 pukul 10.16 WIB.

Rupiah kembali turun tipis 0,04% ke 14.115,0 per dolar AS hingga pukul 10.23 WIB (USD/IDR).

Pasangan USD/CNY turun ke 0,06% di 6,4587. GBP/USD naik tipis 0,07% di 1,4071 pukul 10.19 WIB. Pound, yang menguat hampir 3% pada tahun 2021 ketika Inggris meluncurkan program vaksin COVID-19 yang cepat dan sukses, sehingga meningkatkan kepercayaan pada pemulihan ekonomi Inggris.

Di Eropa, EUR/USD naik tipis 0,10% ke 1,2166 pukul 10.20 WIB..

Mata uang berisiko seperti AUD dan NZD naik ke level tertinggi dalam hampir tiga tahun karena harga material seperti minyak, tembaga, kayu dan susu bubuk juga naik. Keuntungan ini, bagaimanapun, telah memicu kekhawatiran akan kenaikan inflasi global dan aksi jual besar-besaran pada obligasi bertenor panjang.

Powell, yang bersaksi di hadapan Kongres AS, diharapkan memberikan jaminan bahwa Fed tidak akan menanggapi inflasi yang lebih tinggi dengan kenaikan suku bunga segera, yang berpotensi menenangkan pasar obligasi dan pada akhirnya berpotensi menyebabkan dolar turun lebih jauh.

“Saya pikir ia akan membicarakan sisi negatifnya … jika ada, saya pikir ia akan memberi pasar sedikit mandi air dingin dan berkata, ‘Mister Market, Anda sedikit lebih maju dari diri Anda sendiri. Ada banyak risiko … dan ekonomi AS masih jauh dari lapangan kerja penuh,” analis mata uang Commonwealth Bank of Australia Joe Capurso mengatakan kepada Reuters.

Pasar membuat sedikit pergerakan menjelang kesaksian Powell, tetapi ekspektasi suku bunga AS yang rendah dalam jangka pendek dapat membuat mata uang yang terpapar perdagangan dapat naik lebih jauh, yang dapat menyebabkan penurunan lebih lanjut bagi dolar.

Di sisi mata uang kripto, harga bitcoin anjlok 7,24% ke $51,874.0 pukul 10.27 WIB.



Sumber:investing.com