Dolar AS Turun Tipis, Pound dan Rupiah Bergerak Menguat 

 Dolar AS Turun Tipis, Pound dan Rupiah Bergerak Menguat 


© Reuters.

Oleh Peter Nurse

Investing.com – Dolar Amerika Serikat turun tipis pada Rabu (13/01) di tengah pelemahan imbal hasil obligasi AS mempengaruhi tren positif atas greenback.

Pada pukul 15.33 WIB, indeks dolar AS turun tipis 0,01% ke 90,058 menurut data Investing.com. USD/JPY stabil di level 103,75, EUR/USD turun 0,11% ke 1,2193.

Di Indonesia, rupiah (USD/IDR) kian menguat 0,42% di 14.060,0 per dolar AS hingga pukul 14.59 WIB.

GBP/USD bergerak menguat 0,14% di 1,3683 pasca pernyataan Gubernur Bank of England Andrew Bailey berbicara tentang prospek suku bunga negatif dan AUD/USD turun 0,24% di 0,7752 pukul 15.37 WIB..

Imbal hasil obligasi 10 tahun jatuh 1,83% di 1.117 pasca permintaan yang kuat dari lelang tenor 10 tahun senilai $38 miliar dan komentar dari pejabat Federal Reserve AS yang menegaskan kembali bahwa kebijakan moneter akan tetap berjalan untuk memberi dukungan.

Presiden Fed Kansas City Esther George mengatakan pada hari Selasa bahwa ia tidak mengharapkan Fed bereaksi jika inflasi melebihi target 2% bank sentral.

“Dengan ekspektasi suku bunga Fed di titik terendah, setiap kenaikan lanjutan imbal hasil AS akan tetap menjadi fungsi dari meningkatnya ekspektasi inflasi atau premi berjangka, yang membuat kami yakin atas prospek dolar bearish kami,” kata analis di ING, dalam catatan riset.

Partai Demokrat tampaknya akan mengendalikan Senat AS setelah pemilihan umum putaran kedua di Georgia awal bulan telah mendorong harapan peningkatan dana stimulus, mayoritas didanai oleh pinjaman pemerintah. Hal ini sempat mengakibatkan aksi jual pasar obligasi yang mendorong imbal hasil AS naik tajam, membantu menahan penurunan dolar.

Investor sekarang menunggu data inflasi AS untuk Desember di mana Consumer Price Index akan dirilis hari ini. Konsensus memperkirakan adanya kenaikan 0,4% dari 0,2% bulan sebelumnya. Beige Book Desember dari The Fed juga akan dirilis Rabu.

Ada lebih banyak pejabat Federal Reserve yang akan menyampaikan pandangan pada Rabu, dan trader akan memantau lebih banyak petunjuk tentang kapan bank sentral akan mulai mengurangi pembelian asetnya dari level yang ada saat ini sekitar $120 miliar sebulan.



Sumber:investing.com