Dolar AS Turun Tipis, Sterling Naik Jelang Pengumuman dari Menkeu Inggris

 Dolar AS Turun Tipis, Sterling Naik Jelang Pengumuman dari Menkeu Inggris


© Reuters.

Oleh Peter Nurse

Investing.com – Dolar Amerika Serikat balik melemah pada Rabu (03/03) petang di tengah kenaikan nilai imbal hasil Obligasi AS. Poundsterling juga akan menjadi fokus menjelang pengumuman rancangan anggaran Inggris.

Indeks Dolar AS kembali masuk zona merah, turun tipis 0,05% ke 90,748 pukul 17.12 WIB menurut data Investing.com. EUR/USD naik 0,05% ke 1,2095, USD/JPY menguat 0,24% di 1,3986 dan AUD/USD lanjut naik 0,12% ke 0,7828 setelah data PDB menunjukkan ekonomi Australia tumbuh jauh lebih cepat dari yang ekspektasi pada kuartal IV, naik sebesar 3,1% pada kuartal tersebut.

Sedangkan rupiah kian menguat 0,38% ke 14.245,0 per dolar AS hingga pukul 14.54 WIB (USD/IDR).

Pergerakan di pasar obligasi global sangat berpengaruh dalam memandu nilai tukar mata uang asing, menyusul lonjakan dramatis pada imbal hasil obligasi pekan lalu di tengah kekhawatiran tekanan inflasi akan mendorong para gubernur bank sentral, dan Federal Reserve pada khususnya, untuk mengakhiri kebijakan moneter yang longgar yang telah diterapkan sejak dimulainya pandemi Covid.

Namun, imbal hasil Obligasi AS untuk tenor 10 tahun kembali naik 1,85% ke 1,441 hingga pukul 17.09 WIB kala para pejabat Fed ingin memberitahu pasar bahwa sikap kebijakan moneter akomodatif mereka akan tetap ada untuk sementara waktu.

Gubernur Fed Lael Brainard adalah yang terbaru yang mengungkapkan pendapat tersebut, dengan mengatakan akan membutuhkan “beberapa waktu” untuk memenuhi kondisi yang diperlukan untuk mengurangi pembelian aset. Meski begitu, ia mengakui kecepatan kenaikan imbal hasil obligasi pekan lalu telah ‘menarik perhatiannya’.

Yang juga meningkatkan sentimen risiko adalah keputusan Gubernur Texas Greg Abbott untuk mencabut pembatasan penguncian di negara bagiannya, dan pernyataan Presiden Joe Biden bahwa AS harus memiliki cukup vaksin untuk semua orang dewasa pada akhir Mei, dua bulan lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya.

Sementara itu, otoritas keuangan Eropa, telah menyatakan atensi lebih lanjut mengenai dampak kesulitan yang terkait dengan peningkatan imbal hasil.

Anggota dewan Bank Sentral Eropa (ECB) Fabio Panetta mengatakan Selasa bahwa otoritas moneter blok tersebut seharusnya bisa menambah pembelian obligasi atau bahkan meningkatkan kuota yang dialokasikan untuk mereka jika diperlukan guna menjaga imbal hasil tetap turun.

Adapun, GBP/USD makin naik 0,21% di 1,3982 menjelang pengumuman rancangan anggaran tahunan Inggris di mana Menteri Keuangan Rishi Sunak akan membeberkan rencana pajak dan belanja terbaru kala masih berjuang untuk mengatasi dampak kerusakan keuangan yang ditimbulkan oleh pandemi.

“Keseluruhan, dukungan fiskal tambahan yang akan diumumkan … seharusnya menggarisbawahi prospek konstruktif untuk GBP pada Q2, dengan bantuan fiskal lebih lanjut yang memfasilitasi rebound ekonomi dan membuat GBP berkinerja lebih baik di ruang FX G10,” jelas analis ING, dalam catatan riset.

Selain itu, USD/PLN turun 0,12% ke 3,7497 menjelang pertemuan bank sentral Polandia. Bank sentral diperkirakan akan menjaga suku bunga tidak berubah pada rekor terendah karena terbebani oleh dampak percepatan inflasi terhadap ancaman pembatasan Covid-19 baru yang menghambat pertumbuhan ekonomi.



Sumber:investing.com