Gas Alam: Minggu Panjang Penjualan

 Gas Alam: Minggu Panjang Penjualan


Mereka bilang satu minggu adalah waktu yang panjang dalam dunia politik. Tapi bagi gas alamgas alam, satu minggu adalah waktu yang dapat membuat Anda kelelahan.

Hanya dalam lima hari, futures Henry Hub kehilangan 9%, berkebalikan dengan seluruh keuntungan yang diperoleh selama tiga minggu terakhir. Futures Henry Hub kembali ke dekat posisi terendah yang tidak terlihat sejak minggu Natal tahun lalu.

Natural Gas Daily

Natural Gas Daily

Pihak-pihak yang sudah cukup lama berkecimpung di dunia volatilitas gas alam paham bahwa pergerakan mingguan sebesar 9% sangatlah kecil.

Namun, hal menariknya adalah swing ini terjadi dalam waktu seminggu saat cuaca bervariasi dan cenderung lebih hangat dari biasanya.

Mungkin kondisi itulah yang mengubah keseimbangan pasar dari bulls ke bears — cuaca hangat yang terus terjadi menurunkan permintaan akan alat pemanas berbahan bakar gas alam saat ini, karena LNG, atau gas alam cair, adalah satu-satunya komponen permintaan yang dapat diandalkan.

Katalis Cuaca Ringan hingga Berat

Kecuali jika segera terjadi cuaca dingin yang panjang, kontrak bulan depan Henry Hub — yang selesai pada Kamis berada di bawah harga $2,50 per mmBtu, atau juta metrik unit termal Inggris — mungkin rentan kembali ke titik terendah yang lebih dalam daripada level terendah pada saat Natal sebesar $2,24 per mmBtu, kata Gelber & Associates, sebuah perusahaan konsultasi yang khusus membahas risiko pasar gas yang berbasis di Houston.

Gelber & Associates menambahkan:

“Cuaca yang tidak terlalu dingin minggu ini telah menghambat permintaan gas alam. Selain itu, cuaca yang lebih hangat diperkirakan datang lebih awal dari biasanya hingga bulan Februari, berpusat di wilayah tengah AS dan meluas ke arah timur.”

Penilaian Gelber tiba saat perdagangan tengah menunggu laporan penyimpanan gas yang diterbitkan oleh Energy Information Administration AS, untuk pekan yang berakhir pada 15 Januari. Laporan itu memiliki jatuh tempo pada 11:00 ET (1600 GMT).

Para analis memiliki konsensus bahwa ada penarikan sebesar 174 bcf, atau miliar kaki kubik, dari penyimpanan minggu lalu dibandingkan 134 bcf pada minggu sebelumnya.

Diharapkan Ada Penarikan Gas Mingguan dalam Jumlah Besar, Meski Terdapat Masalah Permintaan

Secara keseluruhan, EIA akan merilis laporan penyimpanan gas yang cukup bullish jika analisnya tepat sasaran. Alasannya karena tahun lalu di minggu yang sama, persediaan gas turun dengan hanya sebesar 97 bcf. Selain itu, penarikan gas rata-rata lima tahun (2016-2020) untuk periode tersebut adalah sebesar 167 bcf — masih sekitar 7 bcf di bawah perkiraan saat ini.

Hal yang cukup mengherankan adalah penarikan dengan jumlah sebesar tersebut harus dilakukan dalam waktu seminggu ketika cuaca lebih hangat dari biasanya. Menurut data dari Refinitiv, cuaca lebih hangat sebesar 182 HDD, atau heating degree days, selama seminggu, dibandingkan dengan keadaan normal 30 tahun sebanyak 202 HDD untuk periode cuaca hangat.

HDD mengukur perkiraan permintaan energi yang dibutuhkan untuk memanaskan rumah dan bangunan. HDD juga mengukur jumlah derajat suhu rata-rata harian berada di bawah 65 derajat Fahrenheit (18 derajat Celcius).

Penurunan Produksi LNG Menambah Bobot Pasar

Tetapi mungkin ada alasan mengapa cukup menakutkan untuk melakukan perdagangan gas minggu ini — gangguan pasar dalam pengiriman LNG — kata Scott Shelton, pialang futures energi di ICAP, Durham, Carolina Utara.

Aliran gas umpan LNG telah turun dalam beberapa hari terakhir dan diperkirakan mendekati angka 9,5 bcf. Kondisi ini terutama sebabkan oleh penurunan produksi di terminal pemrosesan Sabine Pass. Alasan sebenarnya di balik penurunan produksi tidaklah jelas, meskipun dilaporkan terdapat kabut laut tebal di sepanjang Pantai Teluk dan terjadi aktivitas pemeliharaan di stasiun kompresor terdekat.

Shelton dari ICAP mengatakan dana merupakan penjual besar gas minggu ini setelah penurunan produksi Sabine. Dia menambahkan:

“Saya tidak melihat penjualan tambahan untuk saat ini. Mungkin kisaran (harga) saya dari $2,55 hingga $2,85 terlalu tinggi untuk awal (bulan), tetapi saya tetap menggunakan kisaran harga tersebut untuk musim panas.”

Shelton bisa saja benar.

Peramal cuaca memperkirakan akan terjadi gelombang cuaca dingin yang kuat minggu depan. Meskipun begitu, suhu beku yang menggigit diperkirakan tidak akan menyebar sejauh yang diperkirakan sebelumnya atau bertahan selama itu, kata naturalgasintel.com dalam sebuah blog pada hari Kamis.

Menurut blog tersebut, baru-baru ini pada minggu lalu, para ahli meteorologi sedang mengantisipasi adanya polar vortex — hembusan udara dingin yang berkembang di atmosfer Kutub Utara sehingga terjadi suhu dingin ekstrem di bawah nol di seluruh belahan bumi bagian utara. Sejumlah wilayah hingga sejauh selatan Texas diperkirakan terkena dampak polar vortex dan cuaca dinginnya mungkin akan bertahan hingga Februari.

Tapi, sejak saat itu ahli meteorologi telah mencabut ekspektasi pusaran kutub, dan pola cuaca panas diproyeksikan akan kembali terjadi pada awal bulan depan, yang berdampak pada permintaan pemanas berbahan bakar gas, kata blog itu.

Naturalgasintel.com juga mengutip kata-kata Maxar dari Weather Desk yang mengatakan:

“Selama beberapa hari pertama bulan Februari, suhu di atas rata-rata kemungkinan besar akan menyebar dari Pegunungan Rocky ke Benua Tengah dan Timur Laut, termasuk beberapa hari di atas wilayah Benua Tengah. Suhu di bawah rata-rata memudar di Timur lebih awal, memberi jalan terjadinya suhu di atas rata-rata di bagian akhir periode.”

Perkiraan Harga Saat Ini Berikan Sinyal “Jual Kuat” Tapi Bisa Saja Berubah

Kembali ke harga gas, Prospek Teknis Harian Investing.com telah berubah menjadi “Jual Kuat” untuk kontrak Februari bulan depan milik Henry Hub, dibandingkan dengan “Beli Kuat” minggu sebelumnya.

Jika kontrak memperpanjang tren bearish-nya, maka support Fibonacci tiga tingkat dapat diperkirakan, pertama ada di harga $2,464, lalu $2,443 dan kemudian di harga $2,408.

Jika tren berubah positif, maka resistance Fibonacci tiga tahap kemungkinan besar akan menjadi yang pertama di harga $2,534, kemudian $2,555, dan kemudian di $2,590.

Bagaimanapun, titik pivot di antara keduanya adalah $2,499.

Seperti halnya semua proyeksi teknis, kami mendorong Anda untuk mengikuti seruan namun tetap mengimbanginya dengan fundamental — dan moderasi — jika memungkinkan.

Penafian: Barani Krishnan menggunakan berbagai pandangan eksternal untuk membawa keragaman dalam analisisnya mengenai pasar. Krishnan tidak memiliki atau memegang posisi dalam komoditas atau sekuritas yang dia tulis.



Sumber:investing.com