Harga Emas Terjengkang Karena Ketidakpastian Stimulus

 Harga Emas Terjengkang Karena Ketidakpastian Stimulus


Harga Emas naik pada Kamis pagi di sesi Asia, setelah berada dengan mendekati level terendah satu bulan pada sesi sebelumnya, karena gelombang kedua COVID-19 menyebabkan pengumuman lockdown baru di Eropa dan membuat dollar melemah.

Harga Emas naik tipis 0,20% dan berada di kisaran USD 188.5 per troy ounce, setelah terjatuh di bawah level USD 1900. Dolar melemah yang ditambah pergerakan saham, yang biasanya berbanding terbalik dengan emas, juga ikut bergerak turun pada hari Kamis.

Lockdown

Prancis dan Jerman adalah negara terbaru yang memberlakukan kembali penguncian, dimana Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel mengumumkan langkah-langkah tersebut pada hari Rabu.

Investor sekarang akan melihat keputusan kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB), yang akan dirilis pada sore hari nanti, sebagai petunjuk untuk langkah-langkah stimulus lebih lanjut. ECB kemungkinan tidak akan mengungkap langkah-langkah baru dalam keputusan stimulus tetapi kemungkinan akan memulai persiapan untuk mengambil tindakan pada bulan Desember.

BOJ

Di Asia, dilaporkan Bank of Japan (BOJ) kembali mempertahankan suku bunganya dengan tidak berubah di kisaran -0,10% ketika mengeluarkan keputusan kebijakan moneternya pada hari sebelumnya. Program stimulus besar-besaran BOJ juga tidak mengalami perubahan, dan bank sentral berjanji untuk mengambil tindakan lebih lanjut jika gejolak ekonomi yang disebabkan COVID-19 mengancam kembalinya deflasi.

Ketidakpastian selama pemilihan presiden pada tanggal 3 November di AS, sekarang kurang dari seminggu lagi, juga membuat investor beralih ke logam emas bernada safe-haven.

Dominasi

Permintaan investasi terus mendominasi pasar emas ketika Dewan Emas Dunia (WGC) melaporkan penurunan permintaan fisik triwulanan kedua berturut-turut.

Dalam laporan tren permintaan kuartalan, yang diterbitkan Kamis, WGC mengatakan bahwa permintaan emas fisik mencapai 892,3 ton pada kuartal pertama. Laporan tersebut mengatakan bahwa permintaan fisik mengalami penurunan tahunan sebesar 19%, dibandingkan dengan penurunan kuartal kedua sebesar 11%.

Salah satu pilar kekuatan di pasar emas tetap pada permintaan investasi terutama pertumbuhan kepemilikan dalam produk yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas.

Teknikal

Pada hari Rabu, perdagangan emas dibuka pada USD 1907.29 per troy ounce. Harga Emas bergerak ke bawah menuju harga terendah hariannya di kisaran USD 1869.30 per troy ounce. Harga emas ditutup pada kisaran USD 1876.77 per troy ounce. Pergerakan harga emas mengalami kerugian harian sebesar USD 30.52.

Bias harian, pergerakan emas pada grafik 4 jam-an tampaknya sedang berada dalam kondisi bearish dan saat ini harga emas sedang melakukan fase rebound. Harga emas tampaknya berada di bawah SMA 20 dan 50 yang merupakan area resistan bagi pergerakan emas. Indikator RSI (14) berada di level 39 berpotensi bullish. Sebaliknya, indikator momentum 14 memberikan indikasi sedang mencoba kondisi bearish.

XAUUSD

Bias harian harga emas pada grafik 4 jam-an berada dalam kondisi bearish dan saat ini jika diperhatikan harga emas sedang melakukan fase rebound. Waspadai, jika harga emas menguat maka resistan USD 1885.30 per troy ounce harus ditembus dimana ada kemungkinan harga emas akan bergerak menuju resistan USD 1895.18 per troy ounce. Sebaliknya jika harga emas melemah terhadap dollar maka support USD 1869.30 per troy ounce harus ditembus terlebih dahulu dimana support USD 1857.19 per troy ounce akan disentuh oleh pergerakan harga emas selanjutnya.



Sumber : www.fxstreet-id.com