Kebijakan Moneter RBA Dapat Melemahkan AUDUSD

 Kebijakan Moneter RBA Dapat Melemahkan AUDUSD


Serangan pandemic covid-19 pada Presiden Amerika Serikat Donald Trump, membuat para pelaku pasar kembali melihat bahwa virus mematikan ini dapat menyerang siapa saja, bahkan pada orang no 1 di Amerika yang mempunyai pengawalan terketat di dunia.

WHO melaporkan bahwa virus ini dapat hidup dan bertahan di udara dalam waktu beberapa menit sampai beberapa jam, serta dapat menular lewat cairan batuk dan air liur yang menetes dari pasien yang terinfeksi dalam jarak kurang dari 1,5 meter. Keadaan ini tentunya akan membuat pertumbuhan ekonomi domestic dan global akan melambat jika vaksin covid-19 ini tidak dapat ditemukan dan di produksi secara masal dalam waktu singkat.

Bank sentral Australia RBA, akan melakukan pertemuan hari ini dan akan menentukan kebijakan moneter nya ditengah ketidakpastian perekonomian global. Dari data ekonomi yang ada Australia mempunyai pertumbuhan ekonomi dibawah level nol dengan laju tingkat inflasi -0,3%.

Aktivitas bisnis jasa serta barang terus melemah dibawah level standart dengan data Manufacturing PMI 46,7 dan Service PMI 42,5. Sedangkan data yang paling diandalkan oleh negara kanguru ini adalah sector perumahan, dimana saat ini data tersebut terlihat cenderung terlihat melemah dalam kurun waktu 9 bulan terakhir. Walaupun RBA kemungkinan besar tidak akan merubah suku bunga, terutama masuk dalam area suku bunga negative tetapi nada dovish akan tergambar dalam pernyataan yang akan dirilis hari ini.

Efek Terhadap Pasar
Pandemic covid-19 diperkirakan telah menginfeksi 10% dari penduduk bumi sehingga perlambatan ekonomi global dapat terjadi dan membuat pair AUDUSD kembali melemah dalam beberapa waktu kedepan.

Ekspektasi Pasar

Diprediksi pair AUDUSD akan bergerak dalam range 0.7103 – 0.7235

Trading Plan :

 Sell Limit 0.7253 – 0.7235  dengan target 0.7085 – 0.7103

Grafik AUDUSD  timeframe D1

AUDUSD



Sumber : www.fxstreet-id.com