Kebijakan The Fed Membuat EURUSD Tertekan

 Kebijakan The Fed Membuat EURUSD Tertekan


The Fed menetapkan kebijakan suku bunga tetap rendah dalam jangka waktu yang lama dengan proyeksi laju tingkat inflasi yang sangat rendah sampai tahun 2023.

Keadaan ini tentunya sudah diprediksi oleh para analis ekonomi, bahwa ketua The Fed Jerome Powell melihat angka inflasi masih akan berada dibawah 2% hingga 3 tahun kedepan. Disisi lain The Fed belum merencanakan untuk menambah program stimulus yang diinginkan oleh pelaku pasar pada kebijakan yang dirilis tadi malam.

Keadaan ini membuat kekecewaan di pasar ekuitas, sehingga investor mulai mempertimbangkan untuk tidak melanjutkan rally nya pada malam kemarin. Tidak adanya tambahan pembelian treasury dan tidak adanya komitmen The Fed dalam jangka pendek untuk melakukan hal tersebut, tentunya akan membuat signal pembalikan pada pasar ekuitas yang dalam 5 bulan terakhir meningkat tajam, setelah The Fed melakukan pemotongan suku bunga sampai mendekati nol dan melakukan program stimulus QE trilliunan dollar.

Kebijakan The Fed ini dinilai dovish untuk pasar ekuitas tentunya, dan memberikan angin segar pada mata uang US Dollar, sehingga dapat membuat mata uang Eropa kembali terpuruk. Masalah perekonomian di Uni Eropa tidak lebih baik dibandingkan dengan Amerika Serikat saat ini, dimana dengan inflasi di bawah 0% dan angka pertumbuhan ekonomi diareal negative, mencerminkan adanya perlambatan di kawasan tersebut. Perdebatan atas perjanjian Brexit dengan Pemerintah Inggris akhir akhir ini, membuat tekanan jual mata uang Euro dapat berlanjut.

Efek Terhadap Pasar

Kebijakan moneter The Fed, menguatnya mata uang US Dollar, serta tingginya ketidakpastian di kawasan Uni Eropa, akan membuat EURUSD kembali melemah dalam beberapa waktu kedepan.

Ekspektasi Pasar

Diprediksi pair EURUSD akan bergerak dalam range 1.1753 – 1.1845

Trading Plan :

 Sell Limit 1.1845 – 1.1876  dengan target 1.1715 – 1.1753

Grafik EURUSD  timeframe D1

EURUSD



Sumber : www.fxstreet-id.com