Kemana Pergerakan Gula Selanjutnya? Amati Pasar Energi & Mata Uang

 Kemana Pergerakan Gula Selanjutnya? Amati Pasar Energi & Mata Uang


Artikel ini ditulis khusus untuk Investing.com

  • Harga gula naik ke level tertinggi multi-tahun

  • Pantau mata uang Brasil

  • Harga energi sedang bullish untuk gula

  • Cuaca di Brasil selalu menjadi faktor penting

  • Di pasar komoditas bullish, gula memiliki potensi ledakan: ETF dan ETN melacak harga komoditas lunak

Karena banyak negara di seluruh dunia mensubsidi produksi gula, pasar gula menggunakan sistem pasar dua tingkat (two-tiered market). Gula dunia yang diperdagangkan di Intercontinental Exchange mencerminkan harga pasar bebas komoditas lunak.

Brasil adalah produsen dan pengekspor tebu terkemuka. Panen Brasil tiap tahunnya adalah faktor penting untuk jalur yang paling tidak resistance terhadap harga gula.

Sejak awal 1970-an, futures gula dunia telah diperdagangkan dengan harga terendah sebesar 2,29 dan harga tertinggi 66,0 sen per pon. Saya dulunya seorang trader opsi komoditas dan pembuat pasar pada pertengahan 1980-an ketika harga gula mencapai titik terendah. Saya mengawali karier dengan menunjukkan harga rendah kepada trader opsi kepala, menyarankan bahwa harga yang rendah ini dapat menjadi peluang sempurna untuk posisi long. Saya dapat mengingat jelas jawaban trader opsi kepala saat itu:

“Mengapa saya harus membeli produk yang bahkan bisa saya dapatkan gratis di restoran?”

Sementara itu, penurunan harga komoditas pertanian terjadi pada tahun 1985. Di tahun 1986, harga gula naik lebih dari empat kali lipat dan mencapai level tertinggi sebesar 9,58 sen per pon.

Gula bukan hanya bahan baku makanan, tetapi juga bahan utama produksi etanol di Brasil. Oleh karena itu, tingkat bensin, biofuel, dan mata uang dapat mempengaruhi harga gula. Sekarang, di awal 2021, gula telah menembus level harga tertinggi beberapa tahun, yaitu mencapai 16,75 sen per pon pada 14 Januari.

Harga gula naik ke level tertinggi multi-tahun

Di pasar futures gula dunia, tahun 2020 merupakan tahun yang penuh gejolak. Harga gula naik ke level tertinggi yaitu, 15,90 sen per pon pada Februari, yang merupakan level tertinggi untuk komoditas tersebut sejak Mei 2017. Pandemi global menyebabkan hancurnya pasar di seluruh kelas aset, termasuk gula. Di bulan April, harga gula turun menjadi 9,05 sen yang merupakan level terendah sejak 2007.

Setelah bulan April, harga gula mengalami kenaikan selama delapan bulan berturut-turut.

Sugar Monthly 2011-2021

Sumber, semua grafik: CQG

Grafik bulanan di atas menyoroti bahwa harga penutupan di atas 15,50 pada akhir Januari 2021 menunjukkan kenaikan harga gula bulanan yang kesembilan secara berturut-turut. Pada 14 Januari, futures harga gula Ice bulan Maret terdekat diperdagangkan sebesar 16,75 sen. Harga tersebut merupakan level harga tertinggi sejak April 2017.

Target upside teknis berikutnya saat berada di harga tertinggi Oktober 2016 sebesar 23,90 sen. Dari perspektif teknis, tren bulanan menunjukkan kondisi bullish dengan momentum harga yang meningkat dan indikator kekuatan yang relatif.

Open interest, jumlah total posisi long dan short terbuka di komoditas gula ICE ICE), naik dengan harga, bergerak dari 925.173 kontrak pada 1 Oktober ketika harga di bawah 14 sen menjadi lebih dari 1,1 juta kontrak pada akhir pekan lalu, dengan harga utara sebesar 15,80 sen per pon. Peningkatan open interest dan kenaikan harga cenderung menjadi validasi teknis dari tren bullish di pasar futures. Volatilitas historis bulanan turun dari lebih 37% menjadi 14,73% karena pergerakan harga gula berjalan lambat dan stabil.

Tiga faktor akan menentukan jalan yang paling tidak resistance untuk pasar gula selama beberapa minggu, bulan, dan tahun mendatang.

1. Pantau mata uang Brasil

Brasil adalah negara penghasil dan pengekspor tebu terkemuka di dunia. Memproduksi gula membutuhkan banyak tenaga kerja, yang berarti biaya tenaga kerja dibayarkan menggunakan mata uang Brasil yaitu real. Sedangkan, kontrak gula ICE berbasis dolar telah membuat harga gula peka terhadap hubungan mata uang antara dolar dan real.

Penurunan real cenderung membebani harga gula karena biaya produksi komoditas lunak dari segi tenaga kerja menjadi lebih murah. Peningkatan real cenderung berdampak sebaliknya pada harga gula berbasis dolar.

BRL/USD Weekly

BRL/USD Weekly

Seperti yang digambarkan oleh grafik mingguan di atas, real Brasil mencapai level harga terendah sebesar $0,1673 pada pertengahan Mei 2020 ketika gula baru saja pulih dari level harga terendah 9,05 dan diperdagangkan sekitar level 10 sen per pon. Sejak itu, nilai real pulih ke lebih dari harga $0,1800 pada akhir minggu lalu. Sejak April lalu, real Brasil telah membuat posisi terendah yang lebih tinggi, mendorong naiknya biaya tenaga kerja Brasil, yang mendukung harga komoditas lunak itu menjadi lebih tinggi.

2. Harga energi sedang bullish untuk gula

Di AS, bahan utama dalam produksi etanol adalah jagung. AS merupakan negara produsen dan pengekspor biji-bijian kasar terbesar di dunia.

Di Brasil, gula merupakan bahan baku dalam produksi biofuel. Oleh karenanya, gula cenderung sensitif terhadap harga minyak mentah dan gasolin.

Oil Weekly

Oil Weekly

Grafik WTI mingguan di atas menyoroti kenaikan harga, dimulai dari posisi di bawah nol pada level harga terendah akhir April menjadi sekitar $52 per barel pada 22 Januari.

RBOB Gasoline Weekly

RBOB Gasoline Weekly

Harga bensin telah mengalami peningkatan dari harga terendah selama satu abad ini sebesar 37,6 sen menjadi lebih dari $1,53 per galon pada akhir pekan lalu. Bensin telah mencapai tingkat harga yang diperdagangkan pada Januari 2020, sebelum permintaannya berkurang drastis selama awal pandemi global.

Aksi harga di pasar minyak mentah dan bensin mendukung kenaikan harga gula.

3. Cuaca di Brasil selalu menjadi faktor penting

Cuaca di Brasil selalu menjadi faktor penting untuk panen gula tahunan. Namun, masalah rantai pasokan pada tahun 2021 bisa menjadi hal yang lebih signifikan.

Brasil adalah negara dengan ekonomi terbesar dan kepadatan penduduk tertinggi di Amerika Selatan. COVID-19 telah mendatangkan malapetaka di Brasil karena jumlah penderita yang terinfeksi virus tersebut merupakan yang terbanyak ketiga setelah AS dan India. Brasil berada di urutan kedua setelah AS dalam jumlah kematian akibat COVID-19. Meskipun cuaca tetap menjadi faktor yang signifikan dalam panen gula tahunan, adanya COVID-19 dapat menimbulkan masalah logistik dan pekerjaan untuk memproduksi, memproses, dan mengekspor gula ke seluruh dunia.

Sementara itu, gelombang pasang likuiditas bank sentral global dan tsunami stimulus fiskal dari pemerintah meningkatkan jumlah uang beredar dan memperlebar defisit. Kebijakan moneter dan fiskal yang diambil untuk menangani pandemi ini sangat bersifat inflasi.

Harga komoditas cenderung naik ketika daya beli mata uang fiat menurun. Pasar futures gula menembus upside pada awal 2021 ketika harga gula bergerak di atas resistance teknis sebesar 15,90 sen per pon.

Dalam pasar komoditas bullish, gula memiliki potensi ledakan

ETF dan ETN melacak harga komoditas lunak

Pasar bull jarang bergerak dalam garis lurus. Bisa terjadi koreksi besar-besaran, tetapi kondisi itu menciptakan peluang. Dengan kelas aset komoditas menghadapi lanskap paling bullish dalam beberapa dekade, gula adalah pasar yang dapat memberikan kejutan atau bahkan shock ke upside.

Jika periode tahun 2008 hingga 2011 menjadi model untuk tahun 2020 dan tahun-tahun mendatang, gula bisa mengalami banyak upside. Krisis keuangan global pada tahun 2008 merupakan peristiwa yang jauh berbeda dari pandemi saat ini. Namun, bank sentral dan pemerintah telah menggunakan alat yang sama untuk menstabilkan perekonomian. Satu-satunya perbedaan adalah tingkat likuiditas dan stimulus pada tahun 2020 jauh lebih besar dibandingkan tahun 2008.

Pada tahun 2008, harga futures gula turun ke level terendah 9,44 sen. Pada 2011, harga gula mencapai puncaknya sebesar 36,08 sen per pon di kontrak futures ICE terdekat. Saya pembeli kontrak gula saat harganya turun, karena tren teknis lebih tinggi, dan fundamental mendukung harga yang lebih tinggi.

Cara tercepat untuk membeli kontrak gula adalah melalui futures dan opsi futures yang diperdagangkan di Intercontinental Exchange. Dua alat ini berupaya meniru aksi harga di pasar gula bagi para pembeli yang tidak terjun ke arena futures.

Teucrium Sugar Fund (NYSE:CANE) adalah produk ETF yang memiliki portofolio tiga kontrak futures yang diperdagangkan secara aktif. Karena kontrak futures terdekat cenderung mengalami tingkat volatilitas harga tertinggi, CANE ETF sering kali berkinerja lebih buruk sehingga aksi harga kontrak futures gula terdekat pada upside tetapi berkinerja buruk pada downside.

iPath® Series B Bloomberg Sugar Subindex Total (PA:TOTF) Return ETN (NYSE:SGG) cenderung lebih dekat mengikuti kontrak futures gula terdekat di ICE, menjadikannya produk yang lebih mudah bergejolak. Selain itu, ETN memiliki risiko kredit tambahan dari penerbit wesel, sedangkan ETF memiliki risiko produk yang disimpan dalam portofolionya.

Apakah Anda memilih untuk membeli gula di pasar futures atau melalui produk ETF atau ETN, komoditas lunak ini tampaknya akan terus memberikan keuntungan yang manis selama beberapa bulan dan bahkan selama beberapa tahun ke depan. Perhatikan dengan cermat hubungan mata uang antara dolar AS dan real Brasil serta harga energi karena keduanya cenderung memandu pergerakan harga jangka pendek di pasar gula. Membeli gula on dips bisa menjadi pendekatan yang optimal pada tahun 2021.



Sumber:investing.com