Komoditas Biji-bijian Melonjak di Akhir 2020; Berikut 3 Alasan Masih akan Terus Menguat

 Komoditas Biji-bijian Melonjak di Akhir 2020; Berikut 3 Alasan Masih akan Terus Menguat


• Pasar bear delapan tahun

• Harga menembus lebih tinggi pada akhir 2020

• Harga jagung, kedelai, dan gandum melonjak ke level tertinggi selama enam tahun

• Semuanya tergantung cuaca

• Biji-bijian akan tetap kuat

Jagung dan kedelai mencapai titik tertinggi pada tahun 2012. Kekeringan di dataran subur Amerika Serikat mendorong kedelai ke puncak $17,9475. Jagung naik ke rekor tertinggi $8,4375 per gantang. Biji-bijian dan biji minyak mengakibatkan penurunan kisaran harga tertinggi dan terendah meskipun tetap bertahan di pasar bear selama delapan tahun, hingga 2020. AS adalah produsen dan pengekspor biji-bijian dan biji minyak kasar terkemuka dunia.

Sementara itu, AS juga dikenal sebagai produsen dan eksportir gandum terkemuka, meskipun produksi jenis roti itu terdapat di seluruh dunia. Gandum naik ke rekor tertingginya pada 2008 ketika harga mencapai $13,3450. Pada tahun 2012, futures gandum CBOT diperdagangkan ke level tertinggi yang lebih rendah di $9,4725 saat jagung dan kacang-kacangan mencatat rekor kenaikan harga. 

Setelah delapan tahun kondisi pasar menurun, tiga pasar futures biji-bijian terkemuka bangkit kembali selama paruh kedua tahun 2020. Saat kita memasuki tahun 2021, tren harga di futures biji-bijian lebih tinggi. Para petani berpotensi untuk meraih keuntungan yang jauh lebih besar di tahun panen 2021, dan akan mendukung berbagai bisnis yang melayani komunitas pertanian. Sementara itu, para konsumen akan membayar lebih untuk makanan, dan jika cuaca tidak mendukung panenan besar-besaran, harga produk yang memberikan nutrisi ini akan meroket.

Pasar bear delapan tahun

Harga Kedelai tetap tertekan setelah mencapai puncaknya pada September 2012 di kisaran hampir $18 hingga Mei 2020 saat harga berada di bawah $8,50 per gantang.

Soybean Monthly 2010-2021

Sumber, seluruh grafik: CQG

Grafik bulanan menunjukkan pola lower highs dan lower lows selama hampir delapan tahun.

Corn Monthly 2010-2021

Corn Monthly 2010-2021

Jagung turun dari lebih dari $8,40 pada Agustus 2012 ke level terendah di $3,0025 pada April 2020 selama periode bearish yang berlangsung beberapa tahun. 

Wheat Monthly 2010-2021

Wheat Monthly 2010-2021

Futures gandum CBOT turun dari level tertinggi $9,4725 pada Juli 2012 ke level terendah $3,5950 pada Agustus 2016. Sementara itu, pasar futures gandum berada pada serangkaian posisi terendah dan tertinggi yang lebih tinggi dibandingkan tahun 2016. Bahan utama roti itu mencapai level terendah, tapi lebih tinggi dari periode sebelumnya yaitu di 4,6825 pada Juni 2020.

Pasar bear di pasar futures biji-bijian terkemuka berakhir selama paruh kedua tahun 2020.

Harga menembus lebih tinggi pada akhir 2020

Grafik mingguan menunjukkan bahwa kedelai, jagung, dan futures gandum CBOT menyoroti jeda teknis yang lebih tinggi selama beberapa bulan terakhir.

Soybeans Weekly

Soybeans Weekly

Harga kedelai menembus di atas level resistance teknis pertama di level tertinggi $9,49 dari Desember 2019 pada akhir Agustus 2020. Pada awal Oktober, harga bergerak di atas level tertinggi pada Februari 2018 yaitu di $10,71.

Corn Weekly

Corn Weekly

Pada pertengahan Oktober 2020, harga jagung tercatat naik di atas level $4,0250 pada bulan Oktober 2019. Harga jagung bergerak melewati puncak bulan Juni 2019 di level$ 4,6425 selama pekan tanggal 28 Desember 2020.

Wheat Weekly

Wheat Weekly

Futures gandum CBOT soft red winter adalah yang pertama menembus ke upside ketika melampaui level tertinggi Juli 2018 di $5,93 pada awal Oktober 2020. Harga biji-bijian terus naik setelah pergerakan teknis selama paruh kedua tahun 2020.

Harga jagung, kedelai, dan gandum melonjak ke level tertinggi selama enam tahun

Harga biji-bijian berada di titik tertinggi beberapa tahun pada akhir minggu pertama tahun 2021.

Soybeans Quarterly 1984-2021

Soybeans Quarterly 1984-2021

Grafik triwulanan menggambarkan kenaikan ke level tertinggi di $13,7625 minggu lalu, dengan kedelai di level $13,7775, harga tertinggi sejak Juli 2014.

Corn Quarterly 1984-2021

Corn Quarterly 1984-2021

Jagung diperdagangkan pada level tertinggi $5,0275 minggu lalu dan berada tepat di bawah level $5 pada 8 Januari, merupakan level tertinggi sejak April 2014.

Wheat Quarterly 1984-2021

Wheat Quarterly 1984-2021

Futures gandum CBOT mencapai puncaknya di $6,6450 minggu lalu dan berada di level $6,38. Gandum naik ke level tertinggi sejak Oktober 2014.

Semua biji-bijian terkemuka berada pada harga tertinggi selama lebih dari enam tahun.

Semua mengenai cuaca

Di Amerika Selatan, kondisi cuaca kering mendukung kenaikan harga di pasar biji-bijian dan futures biji minyak selama beberapa minggu terakhir. Peningkatan permintaan produk pertanian kian mendorong harga lebih tinggi.

Pada awal tahun 2021, musim tanam berikutnya akan terjadi beberapa bulan lagi di wilayah dengan pertumbuhan paling signifikan di belahan bumi utara. Pada bulan Maret dan April, petani akan menanam biji-bijian dan biji minyak yang dibutuhkan dunia.

Produsen sedang menunggu musim panen yang diperkirakan akan memberikan harga tertinggi dalam lebih dari setengah dekade. Mereka memiliki kesempatan untuk melindungi tanaman yang akan panen dengan kualitas terbaik  selama  beberapa tahun. Sementara itu, bumi pada akhirnya akan menentukan jalur harga biji-bijian dan minyak sayur selama beberapa bulan mendatang.

Risiko paling signifikan yang dihadapi pasar adalah kekeringan atau peristiwa cuaca lainnya yang menyebabkan menurunnya produksi tanaman. Setelah pergerakan teknis ke upside, kekurangan pasokan apa pun dapat menyebabkan pergerakan eksplosif ke upside dan level tertinggi baru sepanjang masa di pasar futures.

Biji-bijian akan tetap kuat

Kelanjutan tren bullish di pasar kedelai, jagung, dan futures gandum bergantung terutama pada kondisi cuaca di seluruh dataran subur Amerika Serikat dan area-area pertumbuhan penting lainnya di seluruh dunia. Namun, tiga faktor berikut akan terus menopang pasar komoditas pertanian selama beberapa minggu dan bulan mendatang:

• Menurunnya nilai dolar AS merupakan bullish untuk seluruh harga komoditas. Indeks dolar menetap di level 90,068 pada 8 Januari, dalam jarak yang sangat dekat dari support teknis kritis pada level terendah di Februari 2018, yaitu di level 88,15. Mengingat dolar adalah mata uang cadangan dunia, dolar adalah mekanisme penetapan harga biji-bijian, pertanian, dan semua harga bahan mentah lainnya.

China adalah negara terpadat dan terkaya kedua di dunia. Sebelum perang dagang selama beberapa tahun terakhir, warga China biasanya membeli seperempat dari tanaman kedelai AS serta banyak produk pertanian lainnya dari AS dan negara-negara produsen di seluruh dunia. China telah membeli kedelai selama beberapa bulan terakhir saat mereka membangun kembali populasi babi mereka. Bungkil kedelai, produk biji minyak, merupakan bahan utama pakan ternak. Selain itu, pemerintahan Biden yang akan datang kemungkinan akan mengurangi ketegangan perdagangan, yang mengarah pada lebih banyak permintaan produk pertanian AS dari China.

• Hal yang penting perlu diketahui, demografi selalu mendukung komoditas yang merupakan bahan makanan dunia. Pada Q4, populasi dunia bertambah sekitar dua puluh juta jiwa. Artinya kebutuhan makanan akan meningkat. Pada tahun 2020, masyarakat membutuhkan lebih banyak gizi dibandingkan tahun 2019, dan pada tahun 2021 akan lahir semakin banyak konsumen produk pangan. Produksi harus mengikuti pergerakan pasar yang terus meningkat untuk memenuhi kebutuhan. Setiap hambatan dalam hal produksi akan mendorong harga lebih tinggi.

Pada akhir tahun 2020, harga kedelai tercatat hampir 39,5%, lebih tinggi dari pada akhir tahun 2019. Jagung naik lebih dari 28,2%, dan futures gandum CBOT naik 14,6%. Ketiga biji-bijian itu berada di dekat level penutupan pada 31 Desember 2020 akhir minggu lalu. Dengan kata lain, ketiga komoditas ini naik ke level tertinggi baru selama minggu pertama tahun 2021.

Bahan makanan yang merupakan bahan makanan pokok dunia menjadi jauh lebih mahal di tahun 2020, dan terus meningkat di awal tahun 2021.



Sumber:investing.com