Mata Uang Euro Dapat Kembali Menguat

 Mata Uang Euro Dapat Kembali Menguat


Mata uang tunggal Uni Eropa Euro kembali melemah ditengah penguatan mata uang US Dollar karena imbal hasil obligasi Amerika Serikat yang meroket selama 2 minggu terakhir.

Kenaikan imbal hasil obligasi yang sangat signifikan ini tidak pernah terlihat sejak pandemic berlangsung, bahkan sebelumnya, sehingga keberadaannya menjadi focus pelaku pasar untuk detail mengetahui kemana arah kebijakan The Fed berikutnya. The Fed telah menurunkan suku bunga mendekati nol dan melakukan program QE sejak 1 tahun lalu dengan jumlah yang sangat besar, sehingga neraca The Fed menggelembung senilai $7,5 trilliun. Dampak dari likuiditas yang tinggi adalah naiknya tingkat inflasi dan akhirnya berimbas pada kenaikan imbal hasil obligasi.

Langkah The Fed selanjutnya diprediksi akan melakukan Operation Twist dimana ini adalah suatu langkah dari The Fed yang paling mungkin dilakukan oleh Bank Sentral Amerika Serikat untuk meredam gejolak di pasar obligasi. Penjual tagihan jangka pendek dan membeli obligasi dalam jangka panjang akan membuat kurva imbal hasil menjadi kembali datar. Kebijakan ini pernah dilakukan The Fed pada tahun 2011 dimana kebijakan ini lebih kearah fungsi pengendalian pasar uang dan bukan kearah data ekonomi. Jika keadaan ini dilakukan oleh The Fed maka pelemahan US Dollar dapat kembali terjadi dan mata uang Euro akan kembali menguat kedepannya.

Efek Terhadap Pasar

Operation Twist merupakan kemungkinan kebijakan The Fed yang akan diambil kedepannya untuk menghindari gejolak pasa obligasi Amerika Serikat, sehingga ini akan membuat membuat pair EURUSD cenderung menguat dalam waktu kedepan.

Ekspektasi Pasar

Diprediksi pair EURUSD bergerak dalam range 1.2000 – 1.2086

Trading Plan :

Buy Limit 1.1959 – 1.2000  dengan target 1.2086 – 1.2118

Stoploss 1.1915

Grafik EURUSD timeframe D1

EUR/USD



Sumber : www.fxstreet-id.com