Nada Hawkish RBA Membuat AUDUSD Cenderung Bullish

 Nada Hawkish RBA Membuat AUDUSD Cenderung Bullish


Tahun lalu Bank Sentral Australia RBA, memotong suku bunga selama 3 kali karena pandemic covid-19, dan kemarin RBA memutuskan untuk tidak mengubah suku bunga acuannya.

Kebijakan moneter RBA tetap pada suku bunga 0,1%, walaupun setelah hari sebelumnya melakukan pembelian obligasi senilai 4 milliar Dollar Aussie dipasar uang. RBA merasa bahwa suku bunga saat ini dirasakan cocok dalam keadaan sector tenaga kera yang mulai pulih serta membaiknya sector perumahan.

Nada yang relatif hawkish dari Ketua RBA Phillip Lowe, tentang membaiknya perekonomian negara nya, disebabkan kemampuan untuk menahan penyebaran pandemic covid-19, sehingga dapat meningkatkan sector perumahan. Meningkatnya permintaan kepemilikan rumah, disebabkan oleh rendahnya suku bunga pinjaman saat ini.

Walaupun kemungkinan RBA akan menaikan suku bunga pertamanya di tahun 2024, tetapi jika sector perumahan terus meningkat dan terjadi penurunan angka tingkat pengangguran, maka kenaikan suku bunga diperkirakan akan terjadi pada akhir tahun depan atau awal tahun 2023.

Dari Amerika Serikat diberitakan bahwa para pelaku pasar masih terus mengamati imbal hasil obligasi 10 tahun untuk memprediksi arah kebijakan moneter The Fed yang akan melakukan rapat pada tangga 16 Maret. Operation twist merupakan issue yang sedang berkembang di tengah pemulihan perekonomian Amerika saat ini. Kebijakan ini merupakan salah satu cara bagi The Fed untuk meredam imbal hasil obligasi yang cenderung meningkat kedepannya.

Efek Terhadap Pasar

Kebijakan hawkish RBA ditengah pemulihan pertumbuhan ekonomi dan keberhasilan dalam mengendalikan penyebaran covid-19 menyebabkan pair AUDUSD cenderung menguat dalam waktu kedepan.

Ekspektasi Pasar

Diprediksi pair AUDUSD bergerak dalam range 0.7792 – 0.7880

Trading Plan :

Buy Limit 0.7747 – 0.7792  dengan target 0.7880 – 0.7934

Stoploss 0.7674

Grafik AUDUSD timeframe D1



Sumber : www.fxstreet-id.com