Pandemic Di Eropa Menekan EURUSD

 Pandemic Di Eropa Menekan EURUSD


Ketua bank sentral Eropa ECB, Chistine Lagarde mengatakan bahwa proyeksi pertumbuhan negara Uni Eropa yang telah di tetapkan pada bulan Desember 2020, masih terlihat relevan, tetapi penguncian di kawasan tersebut dapat membuat pair EURUSD kembali tertekan.

Dalam kebijakan moneter ECB bulan lalu, dimana proyeksi pertumbuhan Uni Eropa diprediksi dapat mencapai dikisaran 3,9% setelah sebelum nya terkoreksi 7,3% ditahun 2020. Setelah penetapan kebijakan tersebut, negara Inggris mengumumkan penemuan jenis virus corona baru yang mempunyai daya tular 70% lebih cepat dibandingkan virus corona awalnya, sehingga penguncian terjadi di Inggris dan diikuti dengan penutupan perbatasan dengan negara Uni Eropa.

Musim dingin membuat virus ini menyebar dengan cepat, sehingga di Eropa sampai saat ini lebih dari 29 juta orang telah terinfeksi dan lebih dari 640.000 orang meninggal karena virus mematikan ini. Belanda masih melakukan penguncian sampai tanggal 8 Febuari, Jerman memperpanjang penguncian sampai 10 minggu kedepan, Perancis memperketat jam malam dan Portugal akan melakukan penguncian.

Keadaan ini tentunya akan membuat perlambatan ekonomi di Uni Eropa kedepannya mengingat pembatasan aktivitas bisnis, baik jasa maupun barang akan membuat GDP di kawasan tersebut akan kembali tertekan. ECB telah mengeluarkan bantuan pandemic senilai $ 2,25 trilliun dan akan kembali mengeluarkan paket bantuan pandemic jika dibutuhkan kondisi kembali memburuk kedepannya.

Efek Terhadap Pasar

Pandemic covid-19 di Eropa membuat penguncian di banyak negara Uni Eropa sehingga akan berdampak pada pelemahan EURUSD dalam beberapa waktu kedepan.

Ekspektasi Pasar

Diprediksi pair EURUSD bergerak dalam range 1.2107 – 1.2174

Trading Plan :

Sell Limit 1.2174 – 1.2201 dengan target 1.2066 – 1.2107

Stoploss 1.2236

Grafik EURUSD timeframe D1

EURUSD



Sumber : www.fxstreet-id.com