Pasar Mencerna Dan Bawa Harga Emas Bergerak Naik

 Pasar Mencerna Dan Bawa Harga Emas Bergerak Naik


Harga emas naik tajam dan mendekati level tertinggi harian dalam transaksi tengah hari di AS pada hari Kamis. Kekuatan pasar luar yang bullish telah memicu kenaikan pada logam, karena indeks dolar AS lebih rendah secara solid dan membuat harga minyak mentah lebih tinggi. Bullish logam mulia juga menanggapi hasil FOMC Kamis subuh WIB.

Saat ini, harga Emas berada di kisaran $32,20 pada U1SD 828,90 per troy ounce.

Mencerna

Investor pada hari Kamis masih mencerna kesimpulan Kamis subuh dari pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal Reserve (FOMC), termasuk konferensi pers dari Ketua Fed Jay Powell. Setelah awalnya berpikir Fed cenderung kurang dovish, segera setelah pernyataan FOMC, konferensi pers Powell tampaknya menenangkan pasar untuk berpikir bahwa sementara Fed mungkin mulai mengurangi program pembelian obligasi (pelonggaran kuantitatif) segera setelah ini. tahun, karena penguatan ekonomi AS, bank sentral tidak akan terburu-buru untuk mundur dari kebijakan moneter akomodatif secara keseluruhan. Itu mendorong harga emas dan perak setelah beberapa keraguan awal segera setelah pernyataan FOMC, menekan indeks dolar AS dan menjaga imbal hasil obligasi Treasury AS mendekati stabil pada akhir hari Rabu.

PDB

Pembacaan terbaru pada produk domestik bruto AS meleset ke bawah pada pertumbuhan tahunan 6,5% pada kuartal kedua. PDB kuartal kedua terlihat naik 8,4%. Indeks harga PCE yang diawasi ketat dari data PDB naik 6,4% lebih panas dari perkiraan. PCE terlihat naik 3,7%, tahun ke tahun. Angka PCE jatuh ke dalam kubu mereka yang mencari inflasi harga yang lebih kuat dalam beberapa bulan mendatang, atau lebih lama. Data PDB juga condong ramah ke pasar logam.

WGC

Dewan Emas Dunia mengatakan permintaan global untuk emas masih belum pulih dari pandemi. WGC mengatakan permintaan emas selama paruh pertama tahun 2021 adalah yang terendah sejak 2008. Periode April-Juni melihat permintaan emas global pada 955,1 metrik ton (MT), penurunan dari 960,5 MT dibandingkan periode yang sama pada tahun 2020. Yang kedua kuartal tahun 2019 melihat permintaan 1.132,1 MT. Namun, bank sentral membeli lebih banyak emas antara April dan Juni 2021 daripada kuartal mana pun selama dua tahun. ETF juga menambahkan sejumlah besar emas ke persediaan mereka pada kuartal kedua tahun ini, kata WGC.

Teknikal

Pada hari Kamis, emas dibuka pada kisaran USD 1806.82 per troy ounce. Harga Emas akhirnya kembali bergerak ke atas menuju harga tertinggi hariannya pada kisaran USD 1832.79 per troy unce. Harga emas ditutup dengan melemah tipis pada kisaran USD 1827.85 per troy ounce. Harga emas bergerak naik dalam satu pergerakan harian sebanyak USD 21.03.

Bias intraday, pergerakan emas pada grafik 4 jam-an terlihat berada dalam kondisi bullish dan saat ini harga emas sedang berada dalam fase rebound. Harga emas masih terlihat masih berada di atas indikator simple moving average 20 dan 50 yang merupakan area support bagi pergerakan emas. Indikator relative strength index (RSI 14) berada di level 67 dengan indikasi berpotensi berada dalam kondisi bullish. Demikian juga, indikator momentum 14 memberikan berpotensi berada dalam kondisi bullish.

Bias harian harga emas pada grafik 4 jam-an masih berada dalam kondisi bearish dan saat ini jika diperhatikan sedang melakukan fase konsolidasi. Waspadai, jika harga emas melemah terhadap dollar dimana ada potensi support USD 1817.36 harus ditembus dimana support pada kisaran USD 1807.84 per troy ounce akan disentuh oleh pergerakan selanjutnya. Sebaliknya jika harga emas menguat maka resistan USD 1832.79 harus ditembus dimana ada potensi resistan USD 1843.77 per troy ounce akan disentuh oleh pergerakan harga.



Sumber : www.fxstreet-id.com