Pembukaan Lockdown di Inggris Membuat GBPUSD Cenderung Bullish

 Pembukaan Lockdown di Inggris Membuat GBPUSD Cenderung Bullish


Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, kemarin membuat pernyataan bahwa negaranya akan membuka penguncian sesuai jadwal yaitu tanggal 12 April 2021.

Semua aktivitas bisnis dan jasa dapat beroperasi normal secepatnya , seperti hotel, restoran, pusat kebugaran serta perkantoran. Keadaan ini tentunya dapat membuat mata uang Pound sterling menguat terhadap mata uang US Dollar. Selain itu rakyat Inggris mulai diperbolehkan berpegian keluar negeri aling cepat tanggal 17 mei 2021, kenegara yang dianggap aman (berwarna hijau), tanpa harus melakukan karantina setelah kembali ke Inggris.

Walaupun demikian Pemerintah Inggris belum menentukan, negara mana saja yang dinyatakan aman atau berwarna hijau. jika tidak ada lagi mutase virus baru dan program vaksinasi berjalan sesuai rencana , maka diharapkan semua protocol kesehatan akan mulai berangsur angsur dicabut dan akan berakhir di bulan Juni tahun ini. Sejauh ini 31 juta rakyat Inggis telah menerima vaksin pertama dan 5 juta orang telah menerima vaksin kedua. Pemerintah Inggris telah menetapkan test covid gratis setiap minggunya.

Dari Amerika Serikat dikabarkan bahwa Indeks saham di Wall Street kembali menghijau setelah adanya penguatan data tenaga kerja yang dirilis pada hari jumat minggu lalu. Keadaan ini membuat para pelaku pasar kembali optimis melakukan Risk On dan berdampak terjadinya koreksi penurunan pada indeks US Dollar.

Efek Terhadap Pasar

Rencana pembukaan penguncian oleh Pemerintah Inggris dalam waktu dekat membuat pair GBPUSD cenderung Bullish kedepannya.

Ekspektasi Pasar

Diprediksi pair GBPUSD bergerak dalam range 1.3882 – 1.3954

Trading Plan :

Buy limit 1.3856 – 1.3882  dengan target 1.3954 – 1.3988

Stoploss 1.3801

Grafik GBPUSD timeframe D1



Sumber : www.fxstreet-id.com