Penguatan US Dollar Membuat USDJPY Cenderung Bulish

 Penguatan US Dollar Membuat USDJPY Cenderung Bulish


Sampai saat ini pandemic virus corona sudah menginfeksi lebih dari 90 juta pasien di dunia dan hampir 2 juta orang meninggal karenanya.

Ini adalah salah satu faktor terjadi penguatan US Dollar selain adanya data ekonomi Amerika Serikat yang mulai terlihat membaik, sehingga berdampak pada penguatan pair USDJPY. Jika dilihat dari 3 kali siklus gelombang serangan pandemic di dunia, maka kebutuhan akan uang tunai meningkat sehingga menyebabkan terjadi penguatan US Dollar.

Keadaan sementara ini, ditandai dengan aksi profit taking terbatas dari indeks saham, serta melemahnya harga emas dunia. Faktor lain tentunya adanya kenaikan yield surat hutang Amerika Serikat sehingga membuat wacana akan kenaikan suku bunga, walaupun bukan pada tahun 2021 ini.

Issue ini dihembuskan oleh Presiden The Fed Atlanta Raphael Bostic yang mengatakan paling cepat suku bunga acuan dapat meningkat dipertengahan tahun 2022 atau tahun 2023. Tentunya ini merupakan pernyataan yang bertentangan dengan hasil rapat FOMC pada bulan Desember 2020, dimana The Fed akan terus menahan suku bunga dalam jangka waktu yang lama dan akomodatif.

Dari Jepang dilaporkan bahwa ditemukan virus corona jenis baru lagi dari turis Brazil yang mendarat di bandara negara tersebut pada awal bulan ini. Penularan yang cukup masiff membuat Tokyo harus mengumumkan darurat nasional kesehatan karena meningkatnya serangan pandemic di ibu kota negara tersebut.

Efek Terhadap Pasar

Serangan pandemic yang massif dan meningkatnya yield obligasi Amerika membuat terjadinya koreksi penguatan US Dollar sehingga berdampak pada penguatan USDJPY dalam beberapa waktu kedepan.

Ekspektasi Pasar

Diprediksi pair USDJPY bergerak dalam range 104.06 – 104.46

Trading Plan :

Buy Limit 103.90 – 104.06 dengan target 104.46 – 104.67

Stoploss 103.71

Grafik USDJPY timeframe D1

USDJPY



Sumber : www.fxstreet-id.com