Rupiah Berakhir Stagnan, Poundsterling Menguat Pasca Rilis Data Ritel

 Rupiah Berakhir Stagnan, Poundsterling Menguat Pasca Rilis Data Ritel


© Reuters.

Investing.com – Rupiah berakhir stagnan terhadap dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan Rabu (29/07) petang. Sempat melemah sepanjang perdagangan, mata uang Indonesia ini kembali pulih di level impas jelang pertemuan the Fed dan poundsterling menguat pasca rilis data ekonomi di Inggris.

Rupiah ditutup stabil di level 14,535.0 per dolar AS sampai pukul 14.54 WIB menurut data Investing.com. Rupiah memangkas sebagian loss sesi siangnya menurut laporan Vibiznews Rabu (29/07).

Analis menilai pergerakan rupiah ini terjadi sementara dollar bergerak turun di pasar uang Eropa setelah rebound sebelumnya; dalam menghadapi tekanan menjelang pertemuan the Fed karena melonjaknya kasus virus yang dikhawatirkan dapat menghambat pemulihan cepat.

Indeks dolar AS turun 0,22% di 93,440 hingga pukul 16.17 WIB.

Sementara poundsterling kembali menguat terhadap dolar AS dan turun lawan euro pada Rabu (29/07) petang.

GBP/USD naik 0,31% ke 1,2970 dan EUR/GBP naik 0,05% di 0,9062 menurut data Investing.com pukul 16.19 WIB.

Mengutip Poundsterlinglive.com Rabu (29/07) petang, penguatan mata uang Inggris ini melawan dolar AS dipengaruhi sentimen pemulihan ekonomi dan peluang baik penyelesaian kesepakatan Brexit meski kedua belah pihak masih berbeda pandangan.

Survei CBI Distributive Trades di Inggris mengonfirmasi elemen kunci ekonomi – sektor ritel – akhirnya pulih dari kejatuhan dampak covid-19. Penjualan ritel bulanan CBI naik ke +4 dari -37 pada bulan Juni, tingkat tertinggi sejak April 2019 dan mengonfirmasi penjualan ritel sekarang telah pulih ke level sebelum covid-19 merebak.

 



Sumber:investing.com