Rupiah Bergerak Melemah Jelang Pengumuman Suku Bunga BI

 Rupiah Bergerak Melemah Jelang Pengumuman Suku Bunga BI


© Reuters.

Investing.com – Rupiah bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada Kamis (17/09) pagi sebelum Bank Indonesia (BI) mengumumkan penetapan suku bunga acuannya. Pengumuman kebijakan BI akan segera diketahui setelah bank sentral AS, the Fed, mempertahankan suku bunga acuannya mendekati 0% dini hari tadi.

Rupiah turun 0,12% ke 14.843,0 per dolar AS menurut data Investing.com hingga pukul 10.51 WIB. Sedangkan di awal sesi data Bloomberg menyatakan seperti dilansir Beritasatu Kamis (17/09), rupiah pukul 09.25 WIB di pasar spot exchange berada di level Rp 14.807 per dolar AS atau menguat 35,5 poin (0,24 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya. Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.795-Rp 14.807 per dolar AS.

Sementara yen Jepang di pasar spot exchange melemah 0,12 (0,11 persen) mencapai 105,0 yen per dolar AS dibandingkan perdagangan sebelumnya. Adapun dolar Hong Kong menguat 0,0001 (0,0 persen) mencapai 7,7 per dolar AS, won Korea melemah 0,27 poin (0,02 persen) mencapai 1.176 won per dolar AS, rupe India menguat 0,12 poin (0,16 persen) mencapai 73,5 rupe per dolar AS, yuan Tiongkok melemah 0,01 poin (0,21 persen) mencapai 6,7 yuan per dolar AS.

Berbeda dengan mata uang di negara maju yang kompak lesu di hadapan dolar AS mengutip CNN Indonesia (17/09). Tercatat, poundsterling Inggris turun 0,35 persen, dolar Australia melemah 0,47 persen, dolar Kanada turun 0,35 persen, dan franc Swiss turun 0,32 persen.

Analis mengatakan pasar masih menanti pengumuman suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) hari ini. Analis memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan dan pelonggaran moneter. Suku bunga acuan BI saat ini berada di level 4 persen.

Sementara itu, nilai tukar regional lainnya tampak melemah terhadap dolar AS. Kondisi ini dipicu pernyataan bank sentral AS, The Fed bahwa ekonomi AS berisiko tertekan bila tidak ada stimulus lanjutan dari pemerintah.

Pernyataan The Fed itu mendorong penguatan dolar AS. Sebaliknya memberi tekanan ke aset berisiko. Dengan sentimen itu, analis meramal rupiah bergerak di kisaran Rp14.800 hingga Rp14.950 per dolar AS. 

Lebih lanjut analis mengungkapkan The Fed juga menjelaskan kemajuan pemulihan ekonomi AS yang mungkin menjadi faktor penguatan dollar AS pagi ini.



Sumber:investing.com