Rupiah Bergerak Melemah Lawan Dolar AS Pasca Keputusan Fed

 Rupiah Bergerak Melemah Lawan Dolar AS Pasca Keputusan Fed



Investing.com –  Rupiah kian bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan Kamis (30/07) petang. Pergerakan fluktuatif rupiah hari ini dibayangi potensi resesi ekonomi global akibat pandemi covid-19 dan dolar AS sore ini kembali menguat pasca Fed tahan suku bunga.

Sampai pukul 14.58 WIB, rupiah ditutup turun 0,45% di 14.600,0 per dolar AS menurut data Investing.com. Sepanjang perdagangan hari ini mata uang kebanggaan rakyat Indonesia bergerak di kisaran level 14.455,0 – 14.617,5.

Sedangkan seperti dilaporkan CNBC Indonesia Kamis (30/07) dengan melansir data Refinitiv, rupiah membuka perdagangan menguat 0,14% di Rp 14.450/US$, tetapi tidak langsung masuk ke zona merah. Depresiasi rupiah terus membengkak hingga 0,55%. Di penutupan perdagangan, posisi rupiah sedikit membaik di level Rp 14.530/US$, melemah 0,41% di pasar spot. 

Meski posisi rupiah membaik, tetapi tetap membuatnya menjadi mata uang terburuk di Asia hari ini. Hingga pukul 15:05 WIB, hanya yuan China, rupee India, dan baht Thailand yang mampu menguat melawan dolar AS, sisanya di zona merah.

“Hantu” resesi kembali bergentayangan, setelah Jepang, Singapura dan Korea Selatan kini giliran Hong Kong. Masuk wilayah administratif China, PDB Hong Kong di kuartal II-2020 -9% year-on-year (YoY), sementara di kuartal sebelumnya -9,1% YoY.

Dari Asia beralih ke Eropa, Jerman juga mengalami nasib yang sama. PDB di kuartal II-2020 dilaporkan -11,7% YoY, sementara di kuartal sebelumnya -2,3 YoY. Motor penggerak ekonomi Eropa ini pun sah mengalami resesi.

Sementara itu dikutip dari Poundsterlinglive.com Kamis (29/07), dolar AS naik pada hari ini setelah Federal Reserve berkomitmen untuk berbuat lebih banyak lagi bersama Kongres AS yang masih berdebat soal anggaran stimulus untuk mendukung ekonomi keluar dari jeratan pandemi covid-19.

Indeks dolar AS naik 0,19% di 93,608 hingga pukul 14.14 WIB menurut data Investing.com.

Sempat didera aksi ambil untung selama beberapa jam setelah pernyataan kebijakan Fed Kamis dini hari tadi, sore ini dolar pun kembali beranjak naik terhadap sejumlah mata uang lain.

EUR/USD turun 0,48% di 1,1733 dan GBP/USD melemah 0,11% ke 1,2981 sampai pukul 16.17 WIB.

Kepala staf Gedung Putih Mark Meadows telah menyatakan peningkatan tunjangan pengangguran yang diberikan kepada warga Amerika di bawah Undang-Undang stimulus akan berakhir pada bulan Juli dan parlemen AS masih berdebat mengenai lanjutan anggaran pemulihan ini.

 



Sumber:investing.com