Rupiah Menguat oleh Sentimen Dalam Negeri, Euro Alami Koreksi Selasa Pagi

 Rupiah Menguat oleh Sentimen Dalam Negeri, Euro Alami Koreksi Selasa Pagi


© Reuters.

Investing.com – Pergerakan rupiah USD/IDR menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa (02/06) pagi. Tren positif mata uang rupiah ini didorong sentimen dari dalam negeri yakni pemberlakuan bertahap New Normal dari pemerintah RI dan euro pagi ini mengalami koreksi setelah wajar menguat selama pekan lalu.

Rupiah naik 1,01% di 14.462,5 per dolar AS menurut data Investing.com hingga pukul 11.29 WIB. New Normal yang akan diberlakukan secara bertahap dianggap menjadi sentimen positif terhadap pergerakan pasar saat ini mengutip laporan Detik Finance Selasa (02/06). Namun beberapa juga menganggap bahwa Indonesia masih belum siap melakukan pelonggaran. Selain itu, banyak data ekonomi yang akan dirilis di minggu ini yang mulai dicermati para investor.

Penguatan rupiah terhadap dolar AS dalam sebulan terakhir tercatat sebesar 4,12% dan dalam seminggu menguat 1,77%. Namun jika dibandingkan sejak awal pandemi atau tiga bulan yang lalu, rupiah tercatat masih melemah 1,2% terhadap mata uang Paman Sam.

Dolar AS pagi ini juga tercatat melemah terhadap dolar Australia, euro, poundsterling, yuan China, dan dolar Singapura. Dolar AS hanya unggul terhadap yen Jepang.

Sementara rupiah meski unggul terhadap mata uang Paman Sam, kalah terhadap dolar Australia, yuan China, euro, dan dolar Singapura.

Dari Eropa melansir Bloomberg Selasa (02/06) pagi, euro melemah terhadap franc Swiss dan juga dolar AS. Hal ini menunjukkan pergeseran luas minat risiko yang mungkin sedang terjadi.

Euro pekan lalu naik ke level tertinggi terhadap franc sejak Februari menyusul optimisme rencana pembagian utang dan paket fiskal Eropa. Apresiasi terbaru ini merupakan perubahan tren penting bagi pasangan mata uang ini, yang terbebani oleh kekhawatiran tentang pandemi covid-19 dan beban utang Italia, karena telah menghabiskan mayoritas tahun ini dengan melemah. 

Dan dengan beberapa analis menyebut euro sebagai proksi pertumbuhan global, langkah-langkah stimulus dari seluruh dunia – tidak hanya di Eropa – dapat menjadi penyebabnya.

Pukul 11.35 WIB, EUR/CHF turun tipis 0,01% di 1,0695 menurut data Investing.com dan sepekan ini telah naik 0,23%. Sementara EUR/USD turun 0,07% di 1,1126.



Sumber:investing.com