Rupiah Turun & Euro Menguat Pasca Pulihnya Data Pekerjaan AS

 Rupiah Turun & Euro Menguat Pasca Pulihnya Data Pekerjaan AS


© Reuters.

Investing.com – Rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan awal pekan Senin (08/06) petang ini. Rupiah masih tampak melemah terbatas lantaran ditopang sentimen pembukaan ekonomi global dan dalam negeri. Dan euro masih tampak sedikit menguat meski ada laporan membaiknya pasar tenaga kerja di Amerika Serikat.

Mengutip data Investing.com, rupiah USD/IDR turun 0,11% di 13.885,0 sampai pukul 14.57 WIB. Kinerja rupiah ini terbilang moncer mengutip Kontan Senin (08/06), mengingat pada 23 Maret 2020 rupiah sempat terpukul oleh virus corona dan terperosok di level Rp 16.575 per dolar AS. Dengan kata lain, rupiah sejauh ini sudah menguat hingga 16,3%.

Berbagai faktor yang mendorong penguatan ini antara lain mulai dibukanya ekonomi di beberapa negara sehingga membuat aset berisiko kembali diburu. Di samping itu, aliran dana asing mulai kembali mengalir ke Indonesia.

Analis pun menilai saat ini level Rp 14.000 per dolar AS merupakan nilai keseimbangan dari rupiah. Sutopo menambahkan, katalis positif masih belum akan menjauhi rupiah meski secara fundamental mata uang garuda ini masih rapuh.

Lebih lanjut analis lain juga mengatakan, nilai keseimbangan rupiah masih agak sulit dihitung. Akan tetapi, analis menyebut level kisaran Rp 13.800 per dolar AS-Rp 14.000 per dolar AS merupakan rentang yang cukup layak untuk rupiah.

Oleh karena itu, analis memperkirakan rupiah masih mungkin bergerak melemah hingga level Rp 15.000 per dolar AS pada akhir tahun nanti. Sementara yang lain menghitung rupiah pada akhir tahun berpotensi berada di kisaran Rp 14.500 per dolar AS.

Sementara kabar dari luar negeri sebagaimana dikutip dari Poundsterlinglive.com Senin (08/06), euro menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada Senin petang (08/06) masih didorong sentimen usulan dana pemulihan covid-19 senilai €500 miliar dari Perancis dan Jerman

Hingga pukul 16.42 WIB, EUR/USD naik tipis 0,06% di 1,1290 mengutip data Investing.com.

Penguatan euro minggu lalu telah didorong oleh pernyataan pemerintah Jerman akan membantu anggaran senilai €130 miliar dan setelah Bank Sentral Eropa (ECB) mengejutkan pasar dengan meningkatkan pelonggaran kuantitatif terkait program pembelian obligasi covid-19 senilai €1,35 triliun. Namun euro berbalik melemah pasca rilis positif data pekerjaan di Amerika Serikat.

Ekonomi AS menciptakan 2,5 juta pekerjaan baru bulan lalu dan tingkat pengangguran turun dari 14,7% menjadi 13,3%.

 



Sumber:investing.com