Rupiah Turun Tipis & Pound Lanjut Naik; Perundingan Brexit Terus Lanjut

 Rupiah Turun Tipis & Pound Lanjut Naik; Perundingan Brexit Terus Lanjut


© Reuters.

Investing.com –  Rupiah USD/IDR turun tipis terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan awal pekan Senin (08/06) pagi. Pergerakan stabil rupiah ini terjadi setelah AS melaporkan data tenaga kerja dan tingkat pengangguran bulan mei yang memicu pembelian aset berisiko serta mengindikasikan pemulihan ekonomi. Pound Inggris melanjutkan tren positif pekan lalu setelah tim perunding Inggris untuk Brexit mengatakan negosiasi akan terus berlanjut.

Rupiah bergerak melemah 0,09% di 13.882,5 per dolar AS sampai pukul 10.20 WIB menurut data Investing.com. Mengutip Bank Indonesia (BI) Senin (8/6/2020) seperti dilansir Suara.com kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor tepat pukul 10:00 Wib rupiah menguat cukup signifikan sebesar 144 poin ke posisi Rp 13.956 dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya di posisi Rp 14.100.

Analis memprediksi pergerakan nilai tukar rupiah pada awal pekan ini masih bisa menundukkan dolar AS.

Menurut analis, kemungkinan sentimen positif masih akan mendorong penguatan aset-aset berisiko.

Sentimen positif itu didorong dari data tenaga kerja AS, Non-Farm Payrolls dan tingkat pengangguran bulan Mei, yang dirilis Jumat malam, yang hasilnya di luar dugaan lebih bagus dari proyeksi, menjadi faktor pemicu baru pembelian aset-aset berisiko.

Data tenaga kerja AS yang lebih baik ini, lanjutnya, karena kebijakan AS yang sudah mulai membuka perekonomiannya meskipun masih terkena wabah.

Pasar pun masih berekspektasi positif terhadap upaya pembukaan ekonomi di negara-negara pandemi yang lain.

Di sisi lain, belum terjadinya ekskalasi ketegangan AS dan China kembali yang berpotensi juga membantu sentimen positif hari ini.

Sementara Sterling terus menguat dari Jumat pekan lalu setelah pemimpin tim perunding Brexit Inggris David Frost mengatakan perundingan perdagangan akan terus berlanjut meskipun tidak ada kemajuan untuk mengatasi perbedaan lama pada berbagai bidang. 

Dilansir poundsterlinglive.com Senin (08/06) pagi, Perdana Menteri Boris Johnson telah mengindikasikan bahwa ia mungkin akan keluar dari perundingan pada bulan Juni jika kesepakatan tampaknya tidak akan berakhir sebelum akhir tahun ini.

Pada pukul 11.49 WIB, GBP/USD lanjut menguat 0,36% di 1,2708 menurut data Investing.com Senin (08/06) pagi setelah Jumat pekan lalu ditutup naik 0,42% di 1,2718.

 



Sumber:investing.com