Sterling Akan Menderita Karena Kemungkinan Lockdown di London dan Kebuntuan Brexit

 Sterling Akan Menderita Karena Kemungkinan Lockdown di London dan Kebuntuan Brexit


  • GBP/USD kesulitan untuk mempertahankan level 1,30 di tengah meningkatnya kasus COVID-19 di Inggris. 
  • Pembicaraan Brexit berlanjut, namun tanpa prospek untuk perkembangan.
  • Grafik empat jam hari Kamis menunjukkan penjual mulai menguat.

Liverpool pertama, selanjutnya London? Lonjakan kasus virus corona tidak terbatas di Inggris utara dan langkah-langkah baru yang kemungkinan juga akan diterapkan di salah satu pusat keuangan terbesar di dunia itu akan mengekang secara luas aktivitas dalam kehidupan sehari-hari – yang mungkin memiliki konsekuensi yang lebih parah pada perekonomian. 

Laporan terbaru menunjukkan bahwa ibu kota Inggris itu akan memasuki penutupan Tingkat Dua mulai Jumat malam, sebuah pukulan bagi perekonomian. 

Suhu yang turun membuat orang lebih banyak tinggal di dalam ruangan, berkontribusi pada penyebaran penyakit, di Inggris dan di Eropa. Kurangnya kehangatan juga dirasakan dalam negosiasi Brexit, karena para pemimpin UE akan melakukan otorisasi perundingan lebih lanjut dengan Inggris – namun tanpa mengintensifkannya. Perdana Menteri Boris Johnson mengurungkan niatnya untuk mundur dalam perundingan, tetapi hanya setelah persuasi dan tanpa terobosan signifikan apa pun. 

Sebuah komunike yang tidak bersemangat dari KTT Uni Eropa selanjutnya dapat membebani sterling.

Di sisi lain, tema utama perundingan juga tersendat. Menteri Keuangan Steven Mnuchin tampaknya frustrasi dengan perkembangan lamban dalam negosiasi stimulus fiskal – dan dia adalah salah satu orang yang optimis. Semakin mendekati waktu pelaksanaan pilpres, Senat Partai Republik fokus pada Mahkamah Agung dan Partai Demokrat tidak tertarik untuk memberikan hadiah politik kepada Presiden Donald Trump setelah dia menolak tawaran mereka. 

Peluang yang lebih rendah dari kesepakatan dapat meningkatkan dolar safe-haven. Greenback juga dapat menguat jika klaim tunjangan pengangguran mingguan sekali lagi mengecewakan. Pemulihan pasar tenaga kerja tampaknya terhenti dan angka-angka baru-baru ini jauh dari perkiraan. Selain itu, penumpukan permohonan tunjangan di California dapat menyebabkan lonjakan, memicu permintaan safe haven dolar.

Lihat: Pratinjau Klaim Pengangguran Awal AS: Normalitas Yang Luar Biasa

Secara keseluruhan, tekanan dari semua arah dapat menurunkan semakin melemahkan pound/dolar.

Analisis Teknis GBP/USD 

Momentum pada grafik empat jam telah berubah negatif dan GBP/USD turun di bawah Simple Moving Averages 50 dan 200 – keduanya merupakan tanda bearish. Pasangan ini masih diperdagangkan di atas SMA 100. 

Support menunggu di 1,29, yang merupakan garis support pada awal Oktober dan akhir September, diikuti oleh 1,2865, terendah mingguan. Lebih jauh ke bawah, 1,28 adalah garis kuat setelah memisahkan rentang di sekitar waktu yang sama.

Resistance berada di 1,2875, yang merupakan swing high minggu lalu, diikuti oleh 1.3005, puncak lainnya. Target naik di 1,3080, tertinggi Oktober.



Sumber : www.fxstreet-id.com