Tahun 2021 Baru Saja Dimulai, Tapi Gula Sudah Mendekati Level 4 Tahun Tertinggi

 Tahun 2021 Baru Saja Dimulai, Tapi Gula Sudah Mendekati Level 4 Tahun Tertinggi


Tahun pandemi itu mengerikan untuk banyak hal. Namun tahun pandemi ternyata berbuah manis untuk saham dan kelompok bahan mentah tertentu, terutama harga gula, yang memiliki tahun terbaiknya dalam lima tahun. Dengan tahun 2021 yang sedang berjalan, komoditas ini sekali lagi memberikan reward kepada para investornya yang paling bullish, mencapai hampir empat tahun tertinggi pada hari perdagangan pertama tahun baru.

Futures gula mentah naik ke puncak yang tidak terlihat sejak Mei 2017 karena tanda-tanda berlanjutnya cuaca yang tidak menguntungkan di negara-negara berkembang utama Brasil dan Thailand, dan penurunan pengiriman dari India, eksportir komoditas terbesar ketiga.

Gula mentah bulan depan di ICE AS, atau InterContinental Exchange, ditetapkan pada 15,75 sen per lb dalam perdagangan hari Senin, naik hampir seperempat sen atau 1,7%. Puncak sesi adalah 16,12 sen, level tertinggi yang tidak terlihat sejak 23 Mei 2017.

Gula melampaui ekspektasi sebagian besar analis untuk tahun lalu, berakhir pada 15,28 sen.

Untuk tahun 2021, lembaga pemeringkat Fitch mengatakan pihaknya memperkirakan harga rata-rata sekitar 13,50 sen.

Cuaca Kering Brasil Mendorong Reli Gula

Jack Scoville, seorang analis gula di pialang Price Futures Group Chicago, mengatakan pembelian spekulatif terkait dengan prakiraan cuaca kemarau di Brasil, yang menghasilkan sekitar 18% pasokan gula dunia, telah mendorong perdagangan.

Scoville menambahkan:

“Wilayah Brasil tengah selatan telah turun hujan dan produksi tebu menurun untuk musim ini. Hujan datang terlambat ke wilayah tersebut. Produksi menurun karena cuaca kemarau di awal tahun.”

Thailand, yang menyumbang hampir 9% dari produksi gula dunia, mungkin juga akan mengurangi panen tahun ini karena berkurangnya area budidaya dan curah hujan yang tidak menentu selama musim hujan.

Di daerah Uni Eropa, cuaca dan penyakit juga mempengaruhi gula bit yang ditanam di negara-negara di blok tersebut, yang secara kolektif menyumbang sekitar 20% dari produksi gula global.

Hal yang lebih penting, kata Scoville, adalah India, yang meskipun memiliki panenan gula besar pada tahun 2020, mengekspor kurang dari 5 juta ton tahun lalu yang biasanya dilakukan dalam setahun. Situasinya bisa memburuk tahun ini, katanya, menjelaskan:

“Dengan pemerintah India tidak mengumumkan subsidi untuk eksportir gula, belum ada ekspor langsung yang keluar dari India untuk tahun ini. Subsidi haruslah signifikan agar memperoleh penjualan ekspor dalam pembukuan.”

Kasus COVID yang Meningkat, Melemahnya Ethanol Menghilangkan Rasa Manis Gula

Sementara outlook gula pada tahun 2021 tetap bullish seperti tahun lalu, beberapa hal positif diimbangi oleh kemunculan kembali COVID-19 dengan skala  yang lebih besar, melalui varian virus yang ditemukan di Inggris, kata Scoville.

Hal ini telah merugikan sebagian permintaan gula global dari makanan serta etanol, biofuel yang sebagian besar dihasilkan dari tanaman.

Sugar Daily

Seluruh grafik milik SK Dixit Charting

Jadi, apa yang ditunjukkan grafik harga gula untuk tahun ini?

Setelah mendekati level tertinggi empat tahun pada Senin, gula memiliki potensi teknis untuk naik menjadi 18,50 sen, yang akan menjadi level tertinggi sejak puncak tertinggi pada Maret 2017 di 19,84, kata Sunil Kumar Dixit, chartist di SK Dixit Charting di Kolkata, India.

Sugar Weekly

Sugar Weekly

Dixit menambahkan:

“Dengan gula yang secara meyakinkan melewati level 15,75, kami memiliki terobosan multi-tahun sekarang. Harga berada di atas Simple Moving Average 100-Bulan sebesar 14,90 dan Exponential Moving Average 50-Hari di 14,60.”

“Relative Strength Indicator stokastik menunjukkan pergerakan siap ke arah utara. Dalam jangka pendek hingga menengah, kemungkinan 15,98 & 16,60 sen. Dalam jangka panjang, 18,50 sangat mungkin terjadi. Penting untuk melihat area 18,50 bertindak sebagai support dan resistance horizontal beberapa kali.”

Sugar Monthly

Sugar Monthly

“Beli Kuat” Masih Terlihat di Grafik

Menurut Investing.com, Outlook Teknis Harian kami untuk gula menyarankan “Beli Kuat”.

Dengan pasar yang telah melampaui ekspektasi analis, terdapat kemungkinan harga gula bisa turun ke sekitar 15,70 sen untuk mendapatkan kembali kekuatan teknis untuk bergerak lebih tinggi. Jika terjadi kontraksi seperti itu, resistance tiga tingkat sementara — dimulai dengan 15,62 sen dan berlanjut ke 15,76 dan 15,99 — diharapkan terjadi.

Jika tren tetap bearish, maka support tiga tingkat — dimulai dengan 14,88 sen dan berlanjut ke 15,02 dan 15,25 — diantisipasi.

Bagaimanapun, pivot point antara level resistance dan support adalah 15,39.

Seperti halnya semua proyeksi teknis, kami mendorong Anda untuk mengikuti panggilan namun tetap meredamnya dengan fundamental — dan moderasi — jika memungkinkan.

Sanggahan: Barani Krishnan menggunakan berbagai pandangan eskternal untuk membawa keragaman dalam analisisnya tentang pasar mana pun. Dia tidak memiliki atau memegang posisi dalam komoditas atau sekuritas yang dia tulis.



Sumber:investing.com