Tensi Perang Dagang AS-China Akan Dukung Emas Kembali Gemilang

 Tensi Perang Dagang AS-China Akan Dukung Emas Kembali Gemilang


Harga emas ditutup menguat pada sesi perdagangan awal pekan, merespon penguatan Sterling dan Yen Jepang karena politik internal masing-masing Negara.

Dolar AS tertekan uji level terendah hariannya pada 92.87 setelah Boris Johnson mengesahkan RUU perdagangan dalam Negeri – mendorong Poundsterling menguat uji level tertinggi harinnya pada 1.19.

Pelemahan Dolar juga cukup didominasi dari rilis Perdana Menteri Jepang  Yoshihide Suga sebagai pengganti Shizo Abe hingga Pemilu October 2021 mendatang.

Hingga akhir sesi perdagangan senin, Dolar ditutup turun sebesar 19 poin atau 0.20% berakhir pada level 93.07, setelah sempat uji level terendah hariannya pada 92.87.

Dipasar spot, harga emas ditutup naik hanya sebear $14.25 atau 0.73% berakhir pada level $1,956.05 per troy ounce, setelah sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,962.30 dan serendah $1,939.75.

Sementara emas berjangka kontrak Desember – sebagai kontrak teraktif saat ini. Harga emas ditutup naik sebesar $15.80 atau 0.80% berakhir pada level $1,963.70 di Divisi Comex.

Memasuki sesi perdagangan hari ini pasar emas dan global akan terfokus pada menguatnya konflik perang dagang AS-China yang kembali menjadi sorotan pasar.

Baru-baru ini, AS dan China kembali berlomba-lomba kembali perpanjang dan memberlakukan larangan import beberapa produk dari masing-masing negara.

Fundamental tersebut, diperkirakan akan nampu mendorong emas diuntungkan dan berpeluang keluar dari pola Triangle saat ini.

Secara teknikal, pola triangle pada grafik emas masih akan menjadi kunci trend pada harga emas. Emas akan terbatas pada kisaran $1,977.00 – $1,906.00.

Penembusan level-level tersebut akan mengindikasi trend harga emas dalam jangka pendek.



Sumber : www.fxstreet-id.com