Tiga Alasan Koreksi Turun Setelah Penembusan Ketika Brexit

 Tiga Alasan Koreksi Turun Setelah Penembusan Ketika Brexit


  • GBP/USD telah melonjak di tengah pemberitaan  bahwa negosiasi Brexit akan dilanjutkan, namun kesepakatan masih sangat tidak pasti. 
  • Ketidakpastian pemilihan di AS selanjutnya dapat mendukung greenback.
  • Meningkatnya kasus virus corona di kedua negara juga dapat membebani Cable.
  • Grafik empat jam hari Kamis terus menunjukkan kondisi overbought. 

Perundingan Brexit kembali berlanjut – dengan intensitas ekstra, meningkatkan pound. Bisakah kenaikan bertahan?

Perdana Menteri Boris Johnson setuju untuk melanjutkan negosiasi lima hari setelah memberhentikannya dan memberi tahu Inggris untuk bersiap keluar tanpa kesepakatan perdagangan pada Januari. Perdana Menteri mengambil tindakan tersebut setelah Kepala Negosiator Uni Eropa Michel Barnier berkomitmen untuk negosiasi cepat. Negarawan Perancis itu memimpin delegasi besar ke London

Berikut adalah tiga alasan mengapa GBP/USD mungkin bergerak lebih rendah:

1) Tidak ada yang terselesaikan

Menyetujui untuk mengintensifkan pembicaraan tidak berarti mencapai kesamaan dalam masalah pelik. London dan Brussel berselisih soal bantuan negara – aturan yang mengizinkan dan melarang negara membantu industri mereka bersaing. Topik penting ini bersaing dengan masalah minor, namun bermuatan politik – perikanan. 

Selain itu, Inggris dan UE masih berselisih atas kesepakatan sebelumnya. RUU Pasar Internal Johnson dengan sengaja melanggar Perjanjian Penarikan Brexit dan UE mengambil tindakan hukum atas hal tersebut.

Secara keseluruhan, antusiasme dari perundingan baru ini dapat memudar dengan cepat. 

2) Ketidakpastian pemilu AS

Pejabat keamanan AS mengumumkan bahwa Rusia dan Iran memperoleh file pendaftaran pemilih dan mengancam para pemilih. Sementara infrastruktur pemilu tampaknya tidak terganggu, momok intervensi asing membebani sentimen. 

Selain itu, dalam jajak pendapat negara bagian dan nasional baru-baru ini, Presiden Donald Trump telah mempersempit jarak dengan saingannya Joe Biden, meningkatkan peluang dalam pemilihan yang diperebutkan. Kedua calon presiden yang sudah lanjut usia ini akan berhadapan dalam debat presiden terakhir pada Kamis malam dan dapat mempengaruhi pemilih yang belum memutuskan. Namun, penting untuk dicatat bahwa sekitar 44 juta rakyat Amerika telah memberikan suara mereka.

Sumber: RealClearPolitics

Hanya ada 12 hari tersisa hingga Hari Pemilihan, dan sementara Partai Demokrat dan Partai Republik melaporkan kemajuan dalam pembicaraan stimulus, waktu hampir habis untuk mengesahkan kesepakatan di kedua majelis Kongres. Optimisme atas paket bantuan – yang membebani dolar safe-haven – dapat memudar.

Lihat:

3) Virus Corona

Wilayah Inggris tambahan memasuki batasan Tingkat Dua atau Tingkat Tiga karena infeksi meningkat dan menembus jumlah kasus tertinggi. Wales sudah mengumumkan lockdown ketat. Hal itu meredupkan prospek ekonomi dan bisa membuat sterling bergerak lebih rendah. 

Situasinya hanya sedikit lebih baik di AS, di mana kasus COVID-19 belum mencapai titik tertinggi baru, tetapi rawat inap sedang meningkat – termasuk di negara bagian selatan yang cuacanya lebih hangat. 

Sumber: FT

Secara keseluruhan, ada ruang untuk mempertimbangkan koreksi.

Analisis Teknis GBP/USD

GBP/USD

GBP/USD mendapatkan keuntungan dari momentum naik dan diperdagangkan di atas Simple Moving Averages 50, 100, dan 200, tetapi Relative Strength Index sedikit di atas 70 – menyiratkan penurunan, setidaknya untuk sementara. 

Support menunggu di rendah harian 1,3120, diikuti oleh 1,3085, puncak Oktober sebelumnya. Baris berikutnya yang harus diperhatikan adalah 1,3065 dan 1,3025. 

Resistance berada di puncak hari Rabu di 1,3175, diikuti oleh 1,3245 ​​dan 1,3310. 



Sumber : www.fxstreet-id.com