USDJPY Masih Cenderung Bullish

 USDJPY Masih Cenderung Bullish


Koreksi penurunan indeks US Dollar yang terjadi karena adanya data pelemahan dari sector tenaga kerja Amerika Serikat, dimana jumlah angka klaim pengangguran meningkat dari 775K ke 861K.

Keadaan ini direspon dengan cepat di pasar uang FX dengan menjual mata uang US Dollar dan Poundsterling paling diuntungkan, walaupun ini hanya merupakan koreksi penurunan sementara bagi pair USDJPY. Secara umum data ekonomi Amerika Serikat diawal tahun 2021 terlihat cukup baik dibandingkan dengan negara lain di dunia, dimana likuiditas yang tinggi sejak awal pandemic covid-19, menyebabkan pertumbuhan ekonomi meningkat.

Penurunan angka pengangguran dari 14,8% di bulan April 2020 menjadi 6,3% dibulan Januari 2021 merupakan fakta bahwa suku bunga acuan yang rendah dan melimpahnya likuiditas dapat membuat negara ini dapat keluar dari resesi yang berkelanjutan. Begitu pula dengan data laju inflasi yang terpuruk di level 0,1% pada bulan mei 2020 dan saat ini telah mencapai level 1,4% diawal tahun ini. Keadaan ini tentunya akan menjadi focus pelaku pasar dimana negara yang mempunyai ekonomi terkuat akan menjadi tujuan investasi mereka dibandingkan dengan negara yang mempunyai data ekonomi yang lemah.

Keadaan ini juga tentunya akan mempengaruhi pergerakan mata uang Yen Jepang. Negara sakura ini mempunyai data ekonomi yang cenderung melemah dengan data inflasi yang masih dibawah 0% sehingga membuat bank sentralnya tidak akan menghentikan program QE kedepannya.

Efek Terhadap Pasar

Adanya koreksi pelemahan mata uang US Dollar karena data sector tenaga kerja yang dirilis diatas prediksi pasar, tidak akan membuat penguatan pada mata uang Yen Jepang, sehingga membuat pair USDJPY akan cenderung menguat dalam beberapa waktu kedepan.

Ekspektasi Pasar Diprediksi pair USDJPY bergerak dalam range 105.51 – 106.04

Trading Plan :

BuyLimit 105.34 – 105.51  dengan target 106.04 – 106.29

Stoploss 105.08

Grafik USDJPY timeframe D1

USD/JPY



Sumber : www.fxstreet-id.com