Yellen Bawa Harga Emas Bergerak Ke Atas

 Yellen Bawa Harga Emas Bergerak Ke Atas


Tekanan baru pada imbal hasil obligasi AS membantu harga emas mendorong ke level tertinggi sembilan minggu dan dalam jarak dekat dari USD 1800 per troy ounce dan saat ini harga Emas berada di kisaran USD 1785.70 per troy ounce.

Yellen

Menurut beberapa analis, pasar emas diuntungkan dari pergeseran sentimen di pasar obligasi setelah Menteri Keuangan AS Janet Yellen meremehkan ketakutan inflasi karena Administrasi Biden mengusulkan hampir $ 6 triliun untuk mendukung keluarga Amerika dan membangun kembali infrastruktur negara.

Dalam sebuah wawancara dengan “Meet the Press” NBC, Yellen mengatakan bahwa dia memperkirakan tekanan inflasi yang meningkat hanya sementara. Dia menambahkan bahwa proposal belanja baru Biden tidak akan berdampak pada tekanan inflasi karena akan disebarkan selama sepuluh tahun ke depan.

“Saya tidak percaya bahwa inflasi akan menjadi masalah, tetapi jika itu menjadi masalah, kami memiliki alat untuk mengatasinya. Ini adalah investasi bersejarah yang kami butuhkan untuk membuat ekonomi kami produktif dan adil,” katanya saat wawancara.

Bersamaan dengan mengusulkan inisiatif baru, Biden mengatakan bahwa beberapa programnya akan dibayar dengan meningkatkan pajak pada perusahaan dan orang Amerika terkaya.

Prospek inflasi Yellen telah membantu untuk membatasi imbal hasil obligasi yang turun 2% dari tertinggi minggu lalu. Imbal hasil obligasi AS 10 tahun terakhir diperdagangkan pada 1,6%, turun lebih dari 1% pada hari itu.

Namun, tidak semua orang percaya pada cerita bahwa inflasi akan bersifat sementara. Sementara Yellen meremehkan ancaman inflasi, salah satu investor paling terkenal di dunia sedang mengobarkan bahan bakar.

Berkshire Hathaway

Sabtu, pada pertemuan pemegang saham tahunan Berkshire Hathaway, CEO Warren Buffett mengatakan bahwa perusahaannya melihat tekanan harga yang meningkat di antara berbagai bisnis dan investasinya.

“Kami melihat inflasi yang sangat substansial,” kata Buffett. “Ini sangat menarik. Kami menaikkan harga. Orang-orang menaikkan harga kepada kami, dan itu diterima.”

Buffett secara khusus mencatat kenaikan harga di sektor perumahan.

Harga komoditas mentah melonjak lebih tinggi tahun ini. Kayu dan tembaga telah menarik perhatian investor yang signifikan karena harga telah mengalami reli yang belum pernah terjadi sebelumnya ke rekor tertinggi.

Banyak analis mencatat bahwa kenaikan harga komoditas dapat menyebabkan inflasi yang lebih ketat dari yang diharapkan.

Teknikal

Pada hari Senin, harga emas dibuka pada kisaran USD 1767.64 per troy ounce. Harga Emas sempat menuju harga tertinggi hariannya di kisaran USD 1797.92 per troy ounce. Harga emas akhirnya ditutup pada kisaran USD 1793.10 per troy ounce. Pergerakan harga emas mengalami keuntungan harian sebesar USD 25.46.

Bias harian, pergerakan emas pada grafik 4 jam-an tampaknya masih berada dalam kondisi bullish dan saat ini terlihat harga emas terus berada dalam fase koreksi. Harga emas tampaknya berada di atas SMA 20 dan 50 yang merupakan area support bagi pergerakan emas. Indikator RSI (14) berada di level 56 berpotensi bearish. Demikian juga, indikator momentum 14 memberikan indikasi sedang berada dalam kondisi bearish.

 

Bias harian harga emas pada grafik 4 jam-an berada dalam kondisi bullish dan saat ini jika diperhatikan harga emas sedang melakukan fase koreksi. Waspadai, jika harga emas melemah maka support USD 1781.90 per troy ounce harus ditembus terlebih dahulu dimana support USD 1722.00 per troy ounce akan di sentuh terlebih dahulu. Sebaliknya jika harga emas menguat terhadap dollar maka resistan USD 1797.92 per troy ounce harus ditembus terlebih dahulu dimana resistan berikutnya pada kisaran 1809.33 per troy ounce akan di sentuh oleh pergerakan selanjutnya



Sumber : www.fxstreet-id.com